Sinergi Ekonomi RI Dan Malaysia Kembali Bergulir Lewat Forum JTIC

Kamis, 03 September 2026 | 12:41:38 WIB
RI & Malaysia Sepakat Genjot Perdagangan-Investasi

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) dari sumbernya mengadakan tatap muka bersama Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, dari sumbernya pada ajang Joint Trade and Investment Committee (JTIC).

Agenda diskusi tingkat menteri ini akhirnya diselenggarakan lagi setelah terhenti selama 9 tahun.

Menteri Perdagangan dari sumbernya menyampaikan, sarana JTIC ini menjadi wadah krusial demi menjamin aneka pemufakatan ikatan dua negara sanggup terealisasi secara berkesinambungan serta membawa faedah konkret untuk iklim ekonomi kedua belah pihak.

"Kami sangat menghargai kerja sama dan diskusi konstruktif yang telah terjalin dalam pertemuan ini. Pertemuan hari ini telah menghasilkan sejumlah kesepahaman dan komitmen bersama," ujar dari sumbernya di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (3/9/2026).

Tercatat ada lima pilar pokok yang dimufakati pada forum tersebut.

Pertama, tekat bulat guna mengokohkan kemitraan perdagangan beserta penanaman modal bilateral lewat saluran yang sesuai.

Kedua, mengonsentrasikan efektivitas penerapan Border Trade Agreement (BTA) sekaligus menyokong integrasi ekonomi di kawasan garis batas negara.

Ketiga, keterbukaan pasar serta kemudahan arus perdagangan bagi kedua pihak, mencakup komoditas pangan dan pertanian demi menuntaskan beraneka kendala yang muncul.

Keempat, kesepakatan memacu suasana investasi yang suportif.

Kelima, keberlanjutan sinergi pada sektor strategis lain seperti niaga elektronik (e-commerce), lini pertanian, sampai dengan standardisasi sertifikasi halal.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, dari sumbernya memaparkan bahwa dalam dialog hari ini, terdapat sederet topik vital bagi kedua belah pihak yang dibicarakan.

"Salah satunya adalah Perjanjian Perdagangan Perbatasan yang telah kami tanda tangani pada tahun 2023 dan akan efektif berlaku pada bulan Juli 2026. Kami berharap perjanjian perbatasan ini dapat memfasilitasi banyak kegiatan ekonomi antara kedua negara," ujar dari sumbernya.

dari sumbernya turut menggarisbawahi satu poin krusial yang sempat menyedot perhatian para pengusaha di negerinya, yakni regulasi devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang diberlakukan pemerintah Indonesia.

Walaupun sempat menimbulkan keraguan di ranah dunia usaha, dari sumbernya menandaskan bahwasanya pihak Malaysia masa kini telah mengerti maksud serta sasaran di balik regulasi itu.

Pihaknya menjamin seluruh penanam modal dan pelaku bisnis dari Negeri Jiran patuh untuk mengikutinya.

"Sebagai komunitas bisnis Malaysia, kami akan mendukung kebijakan tersebut, apa pun yang baik untuk Indonesia. Jika kami ingin datang ke sini untuk berbisnis, kami akan terus mematuhi kebijakan yang berlaku di Indonesia," tambahnya.

Bukan cuma itu, forum dialog ini turut mengungkap catatan transaksi perdagangan kedua negara.

Pada tahun sebelumnya, akumulasi nilai perdagangan antara Indonesia dan Malaysia menembus rentang 114 miliar Ringgit.

dari sumbernya juga menguraikan sepanjang rentang 2023 sampai 2025, secara berkala Malaysia telah menanamkan modal ke Indonesia berkisar 70 miliar Ringgit.

"Kami telah membawa investasi ke Indonesia sekitar 70 miliar Ringgit. Nilai tersebut setara dengan sekitar 17 miliar dolar AS, selama hampir tiga tahun," bebernya.

Tags

Terkini