KAI dan Pemda Bali Mengkaji Proyek Trem Listrik Jalur Bandara ke Canggu

Kamis, 03 September 2026 | 12:41:26 WIB
KAI dan Pemda Bali Mengkaji Proyek Trem Listrik (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengadakan kolaborasi bersama pemerintah daerah Provinsi Bali serta Kabupaten Badung. Kemitraan tersebut menjadi awal langkah perencanaan pembangunan sarana perkeretaapian di Pulau Dewata.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Berdasarkan rencana, bakal dihadirkan trem listrik bertenaga baterai yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu, Kabupaten Badung.

"KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali,” kata Bobby, mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Bobby menjelaskan, cakupan kesepakatan tersebut meliputi pengumpulan data dan informasi, penyusunan studi kelayakan maupun Detail Engineering Design (DED), keterpaduan antarmoda, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga koordinasi bersama kementerian/lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan terkait dari Sumbernya.

Naskah kerja sama ini berlaku selama kurun waktu lima tahun terhitung sejak ditandatangani dan dapat ditindaklanjuti via Perjanjian Kerja Sama sesuai batas kewenangan tiap-tiap pihak.

"Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali,” ujar Bobby.

Bobby tidak asal melangkah. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, laju perekonomian Bali pada Triwulan II-2026 mengalami pertumbuhan sebesar 5,78% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Perekonomian Bali pada kurun waktu tersebut mencatatkan PDRB atas dasar harga berlaku senilai Rp 89,27 triliun. Sektor penyediaan akomodasi serta makan minum menjadi pendorong terbesar dengan kontribusi mencapai 21,91%.

“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan," ucapnya.

BPS pun mencatat turis asing yang berkunjung langsung ke Bali pada Juni 2026 menembus 605.013 kunjungan, melonjak 4,63% dari Mei 2026 yang berjumlah 578.251 kunjungan.

Di bulan yang sama, total penumpang penerbangan internasional yang berangkat dari Bali mencapai 650.838 orang, menanjak 4,93% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penumpang penerbangan domestik yang bertolak dari Bali terdata 329.891 orang atau naik 4,68%.

Menurut Bobby, keunikan Bali sebagai salah satu pusat pelancongan Indonesia menuntut perencanaan transportasi untuk memikirkan keterhubungan antara pusat kegiatan warga, area pariwisata, serta aneka moda transportasi yang sudah ada.

“Bali memiliki karakter mobilitas dan pengembangan wilayah yang khas. Karena itu, kebutuhan, potensi, integrasi antarmoda, hingga kelayakan pengembangan perkeretaapian perlu dipelajari secara menyeluruh agar rencana yang disiapkan memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Bobby.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) bakal mendirikan jaringan kereta trem di Provinsi Bali. Proses pengerjaan rencananya dimulai Maret 2027, tahun depan.

Agendakan tersebut diawali lewat penandatanganan kesepakatan pengembangan perkeretaapian yang digelar di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Trem listrik bertenaga baterai itu hendak dibentangkan sepanjang 12 kilometer (km) dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu di Kabupaten Badung.

Pelaksanaan groundbreaking ditargetkan pada Maret 2027, rute pertama diproyeksikan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh trek hingga Canggu ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Senada, Gubernur Bali Wayan Koster, mengungkapkan kerja sama ini merupakan langkah konkrit atas saran Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali demi membenahi sarana serta sistem transportasi. Titik berat utama bertempat di wilayah Kabupaten Badung, yang kerap mengalami kemacetan lalu lintas.

"Pengembangan transportasi harus tetap, Memperhatikan keunikan Bali, Menjaga keindahan Bali, Mendukung pariwisata dan Tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Dia menggarisbawahi pembangunan trem tidak boleh mengusik ekosistem pariwisata Bali. Jalur perjalanan wajib memperhitungkan keberadaan hotel, tempat penginapan wisata, destinasi wisata, lingkungan, pemukiman, serta aktivitas kehidupan warga sepanjang rute. "Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Koster.

Tags

Terkini