OJK Tegaskan Status Pasar Modal Indonesia Bertahan di Emerging Market

Rabu, 02 September 2026 | 13:05:01 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi .

JAKARTA - Lembaga pengawas jasa keuangan memastikan kualifikasi pasar saham tanah air bertahan di taraf Emerging Market.

Predikat tersebut dijaga oleh tiga penyedia indeks pasar dunia, mencakup MSCI, FTSE Russell, dan S&P Dow Jones Indices (DJI).

Dari sumbernya menyebutkan keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa deretan penyedia indeks internasional mengakui pembenahan yang dijalankan pihaknya bersama Self-Regulatory Organization (SRO).

Pihaknya berkomitmen mengakselerasi penerapan langkah strategis demi memodernisasi pasar modal.

"Pada review terakhirnya, MSCI, FTSE, dan S&P Dow Jones Indices masih mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market. Keputusan tersebut memberikan optimisme bahwa lembaga global index provider telah melepaskan pengakuan terhadap berbagai upaya perbaikan yang telah kami lakukan bersama," ungkapnya dalam Raket bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dari sumbernya menguraikan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai memperlihatkan pemulihan.

Sejak beranjak dari titik terendah, pergerakan IHSG tercatat mengalami penguatan sebesarnya 20%.

"IHSG telah menunjukkan tren pemulihan dan semakin konvergen dengan indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Indonesia, dengan penguatan sekitar 20% dari titik terendah di awal tahun 2026," jelasnya.

Dari sumbernya membeberkan, performa mendasar emiten juga terbukti membaik lewat pertumbuhan rata-rata dua digit serta kenaikan margin keuntungan sepanjang triwulan II-2026.

Pihaknya berikhtiar terus mendorong arena bursa agar makin unggul sebagai alternatif pembiayaan sekaligus instrumen penanaman modal.

"Kami akan terus melanjutkan reformasi pasar modal agar semakin kompetitif sebagai sumber pembiayaan dan semakin menarik sebagai instrumen investasi dengan tetap memperkuat transparansi, penegakan hukum, pelindungan investor, dan juga integritas pasar," pungkasnya.

Tags

Terkini