JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengalami penurunan pada transaksi perdagangan pamungkas di Bulan Agustus 2026.
Senin (31/8), nilai tukar rupiah pada pasar spot tergerus Rp 29 atau 0,16% menjadi Rp 17.722 per dolar Amerika Serikat (AS).
Nilai tukar rupiah menguat total 1,66% sepanjang Agustus dari posisi akhir Juli yang berada di Rp 18.022 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jisdor terkoreksi Rp 43 atau 0,24% menjadi Rp 17.746 per dolar AS.
Kurs rupiah Jisdor menguat 1,73% dari posisi Rp 18.058 per dolar AS.
Rupiah merosot berbarengan dengan beberapa mata uang di kawasan Asia.
Peso Filipina membukukan penurunan sebesar 0,21%.
Dolar Taiwan terkoreksi 0,18%.
Baht Thailand melemah 0,17%.
Ringgit Malaysia tergerus 0,05%.
Sejumlah mata uang kawasan Asia sanggup menguat di hadapan dolar AS.
Won Korea menguat 0,58%.
Rupee India naik 0,22%.
Yen Jepang menguat 0,22%.
Yuan China mengalami kenaikan 0,13%.
Dolar Singapura menguat 0,11%.
Dolar Hong Kong merangkak naik tipis 0,03%.
Para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga acuan pada September mendatang.
Prediksi ini mencuat setelah komentar agresif dari sumbernya.