JAKARTA - Penanam modal asing membukukan aksi beli bersih pada transaksi saham Bursa Efek Indonesia sampai sesi I, Senin.
Aliran modal asing itu utamanya disokong lewat pembelian saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, sampai transaksi sesi I, pemodal asing mencatatkan foreign buy senilai Rp2,95 triliun, sedangkan foreign sell mencapai Rp2,77 triliun.
Dengan begitu, pihak asing meraup net foreign buy sejumlah Rp183,56 miliar.
BBRI menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan besaran pembelian bersih mencapai Rp163,99 miliar.
Nominal tersebut mendominasi sebagian besar dari keseluruhan net buy asing pada sesi I.
Hal tersebut selaras dengan BBRI yang belum lama ini mengumumkan kinerja.
BRI mencatatkan laba bersih Rp 31,2 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan sepanjang semester 1 2026.
Pada urutan selanjutnya ada PT DMS Propertindo Tbk dengan net buy asing senilai Rp83,62 miliar, diikuti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Rp53,88 miliar serta PT Bank Central Asia Tbk Rp38,41 miliar.
Saham PT Bintang Oto Global Tbk turut mencatat net buy asing senilai Rp35,81 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk sejumlah Rp30,37 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar hingga sesi I:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk - Rp163,99 miliar
PT DMS Propertindo Tbk - Rp83,62 miliar
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk - Rp53,88 miliar
PT Bank Central Asia Tbk - Rp38,41 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk - Rp35,81 miliar
PT Bank Negara Indonesia Tbk - Rp30,37 miliar
PT ESSA Industries Indonesia Tbk - Rp26,92 miliar
PT Bank Mandiri Tbk - Rp21,32 miliar
PT Singaraja Putra Tbk - Rp19,12 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk - Rp14,48 miliar
Namun demikian aktivitas beli itu diimbangi oleh tekanan pelepasan pada beberapa saham.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi saham dengan net sell asing paling tinggi, yakni Rp115,82 miliar.
Berikutnya, pihak asing melepas saham PT Merdeka Gold Resources Tbk dengan net sell Rp83,42 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk senilai Rp60,35 miliar.
Adapun aliran dana asing tersebut muncul tatkala IHSG berfluktuasi pada sesi I.
IHSG sempat merosot sampai kisaran 6.476,18 sebelum berbalik mendekati titik buka dan pada sekitar siang hari berada di kisaran 6.517,24.
Pergerakan asing hari ini pun terjadi di tengah transaksi pamungkas sebelum perombakan susunan indeks MSCI berlaku efektif per 1 September 2026.