Kementan Laporkan Ratusan Sawah di Lamongan Masih Terdampak Kekeringan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:01 WIB
EL NINO. ( sumber : net )

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan progres penanganan dampak kekeringan akibat fenomena El Nino terhadap lahan sawah petani di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, per tanggal 29 Agustus 2206.

Dari total 3.450 hektare lahan padi yang terdampak kekeringan di tujuh kecamatan, seluas 3.233 hektare telah berhasil teraliri air, sementara sisa 217 hektare masih terdampak dan dalam proses penanganan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh dari Sumbernya, Arief Cahyono sambil memastikan kalau penanganan terhadap ratusan hektare lahan itu akan dilakukan secara segera.

"Sisa 217 hektare (yang masih terdampak El Nino), khususnya di Kecamatan Turi dan Sugio, terus dikawal agar segera tuntas," ujarnya.

Adapun upaya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi fenomena kekeringan tersebut melalui optimalisasi pompanisasi dan normalisasi saluran irigasi di wilayah terdampak.

Secara rinci dijelaskan terkait dengan dampak kekeringan yang terjadi di tujuh kecamatan di Lamongan.

Di Kecamatan Dekat, lahan padi berumur 40 hingga 45 hari setelah tanam seluas 397 hektare telah teraliri 380 hektare, menyisakan 17 hektare yang masih dalam penanganan.

Selanjutnya, di Kecamatan Karang Binangun dengan luas terdampak 248 hektare pada tanaman berumur 30 hingga 40 hari setelah tanam telah tuntas teraliri seluruhnya.

Penanganan serupa juga tuntas di Kecamatan Glagah, dengan luas terdampak 15 hektare pada tanaman berumur 46 hingga 60 hari setelah tanam yang telah teraliri seluruhnya.

Kecamatan Kalitengah mencatat capaian penanganan terluas, yakni 1.855 hektare lahan berumur 0 hingga 40 hari setelah tanam yang telah teratasi sepenuhnya melalui kombinasi pompanisasi dan normalisasi saluran.

Sementara itu, Kecamatan Turi masih menyisakan pekerjaan terbesar, dimana dari 791 hektare lahan terdampak berumur 0 hingga 45 hari setelah tanam, baru 622 hektare yang teraliri.

"Sedangkan 169 hektare masih memerlukan penanganan lanjutan," ucap Arief.

Kecamatan Sukodadi mencatat penanganan tuntas untuk 50 hektare lahan berumur 25 hingga 30 hari setelah tanam.

Adapun Kecamatan Sugio, dari 94 hektare lahan berumur 25 hingga 45 hari setelah tanam, telah teraliri 63 hektare dengan sisa 31 hektare masih dalam proses.

Tags

Terkini