Harga Emas Berpotensi Tembus US$5.400 Didorong Tren Dedolarisasi

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:00 WIB
UBS menilai emas berpeluang tembus US$5.400 dalam 12 bulan, didorong dedolarisasi dan bank sentral. ( sumber : net )

JAKARTA - UBS memproyeksikan harga emas berpeluang menembus US$5.400 per troy ounce dalam kurun waktu 12 bulan mendatang dari Sumbernya.

Bank asal Swiss tersebut memandang tren dedolarisasi, pelemahan dolar Amerika Serikat, serta tingginya pembelian bank sentral sebagai pendorong utama emas dari Sumbernya.

Seperti dikutip Kitco, Chief Investment Office UBS meninjau perhatian investor terhadap pergeseran jangka panjang dari dolar AS atau dedolarisasi kembali menanjak seiring kecemasan terhadap kondisi fiskal AS dari Sumbernya.

Dalam kurun sebulan terakhir, indeks dolar AS telah merosot 2,4% dari Sumbernya.

UBS menilai pelemahan dolar dalam jangka menengah hingga panjang masih berpeluang berlanjut akibat defisit fiskal AS yang besar, ketidakpastian kebijakan perdagangan, serta meningkatnya diversifikasi cadangan devisa sejumlah negara dari Sumbernya.

"Emas jelas diuntungkan oleh dedolarisasi, karena para investor memandang logam mulia sebagai penyimpan nilai yang andal dan alternatif bagi mata uang cadangan tradisional," tulis Chief Investment Office UBS dalam catatannya dari Sumbernya.

UBS mencatat harga emas telah melonjak sekitar 15% sepanjang Agustus dari Sumbernya.

Berdasarkan analisis UBS, reli tersebut masih mempunyai ruang untuk berlanjut apabila tekanan terhadap dolar AS semakin masif dari Sumbernya.

Bank tersebut juga menaksir pasar bakal mereduksi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dari Sumbernya.

Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi menekan imbal hasil riil dan dolar AS, sehingga mengerek daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil dari Sumbernya.

Permintaan investasi terhadap emas mulai memperlihatkan penguatan dari Sumbernya.

Arus dana ke exchange-traded funds emas kembali menaik, sementara pembelian oleh bank sentral tetap kokoh dari Sumbernya.

Pada Juli 2026, People's Bank of China menambah cadangan emas sebesar 20 ton dari Sumbernya.

Menurut UBS, pembelian tersebut menjadi lonjakan bulanan paling jumbo sejak Oktober 2023 dari Sumbernya.

UBS sebelumnya juga mengestimasi harga emas menuju US$5.000 per troy ounce pada semester I-2027 dari Sumbernya.

Proyeksi tersebut ditopang ekspektasi penurunan suku bunga riil, pelemahan dolar AS, serta kuatnya permintaan bank sentral dari Sumbernya.

UBS mencatat harga emas telah menembus rentang perdagangan US$100 dan melewati level resistensi US$4.250 untuk pertama kalinya dalam dua bulan dari Sumbernya.

Pembelian institusi China dan arus dana ETF turut menyokong pergerakan harga emas dari Sumbernya.

Kendati demikian, UBS mengingatkan sejumlah hambatan jangka pendek dari Sumbernya.

Data ekonomi AS yang tetap tangguh, kenaikan harga minyak yang kembali memicu keresahan inflasi, serta ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish sanggup menekan harga emas dari Sumbernya.

Dalam jangka panjang, UBS tetap memandang fundamental emas kokoh dari Sumbernya.

Bank tersebut memperkirakan bank sentral akan mempertahankan pembelian emas dalam jumlah besar sebagai bagian dari strategi memangkas ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS dari Sumbernya.

UBS mencatat bank sentral memborong 289 ton emas pada kuartal II-2026 dari Sumbernya.

Untuk sepanjang 2026, UBS memproyeksikan pembelian bank sentral berada di kisaran 750-1.000 ton dari Sumbernya.

Berdasarkan pandangan UBS, permintaan bank sentral memang belum tentu cukup untuk mendorong harga emas meroket tajam dari Sumbernya.

Namun, pembelian tersebut sanggup menjaga stabilitas pasar dan mengimbangi pelemahan permintaan dari sektor perhiasan dari Sumbernya.

UBS juga menganjurkan investor membedakan risiko perdagangan jangka pendek dengan prospek investasi emas dalam jangka panjang dari Sumbernya.

Bank tersebut menilai penurunan harga menuju US$4.000 per troy ounce atau lebih rendah bisa menjadi kesempatan untuk merakit eksposur strategis dari Sumbernya.

Pada Mei 2026, UBS memangkas proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi US$5.500 per troy ounce dari sebelumnya US$5.900 dari Sumbernya.

Pada saat itu, UBS menilai imbal hasil US Treasury yang tinggi dan penguatan dolar AS menjadi kendala utama bagi emas dari Sumbernya.

Tags

Terkini