Gadai Makin Diminati Aset Mewah Kini Jadi Agunan Yang Sangat Populer

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:01:12 WIB
Gadai Makin Diminati Aset Mewah Kini Jadi Agunan (FOTO: NET)

JAKARTA - Kebutuhan dana cair yang semakin meningkat pada masyarakat dan pelaku bisnis memacu industri pergadaian nasional terus berkembang.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran dana industri pergadaian di tingkat nasional terus melesat cepat dengan pertumbuhan dua angka melebihi 33% Year-on-Year (YoY), dengan total penyaluran pinjaman menembus nilai di atas Rp 103,36 triliun.

Ketika ketidakpastian ekonomi makro dunia dan penurunan daya beli membayangi setahun belakangan, industri gadai justru mencetak kinerja yang mengagumkan.

Peta persaingan pun semakin beragam.

Tidak lagi dikuasai penuh oleh BUMN, peta pergadaian nasional saat ini diwarnai ekspansi besar-besaran dari entitas gadai swasta berizin resmi OJK.

Kehadirannya bahkan tumbuh marak di pelosok kota hingga kawasan pemukiman padat penduduk.

Keberadaan regulasi tegas seperti POJK Nomor 39 Tahun 2024 dan UU P2SK makin mempercepat pembersihan pasar dari pelaku gadai informal, menjadikan industri ini kian modern dan tepercaya.

Pergadaian saat ini digemari lantaran skema penjaminan berbasis aset (collateral-based lending).

Ketika perbankan formal makin selektif memberikan pinjaman akibat kekhawatiran risiko, dan pinjaman online (pinjol) tergerus citra buruk bunga mencekik, gadai hadir sebagai opsi pengaman yang aman, cepat, dan terukur.

Pergadaian kini tidak lagi identik dengan masyarakat yang menjaminkan emas beberapa gram atau sepeda motor demi memenuhi kebutuhan mendesak.

Pada lini lain, transaksi gadai berlangsung lebih eksklusif menggunakan aset bernilai tinggi sebagai jaminan.

Jam tangan Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, tas Hermes Birkin, perhiasan berlian, hingga logam mulia dalam jumlah besar mulai menjadi bagian dari barang yang bisa diagunkan.

Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama menyampaikan kenaikan harga emas dapat dimanfaatkan pemilik aset untuk mendapatkan likuiditas tanpa melepaskan kepemilikan.

"Melalui skema pendanaan berbasis aset atau asset-backed lending, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal," ujar dia, Kamis (27/8/2026).

Memasuki paruh kedua tahun 2026, lonjakan harga emas dunia yang menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah ketidakpastian geopolitik global justru membuka peluang emas bagi para pebisnis.

Dia menjelaskan, dalam manajemen kekayaan modern, menjual aset fisik premium yang nilainya sedang menguat secara konsisten saat memerlukan dana cair merupakan keputusan yang kurang tepat.

"Kenaikan harga emas perhiasan dan logam mulia di pasar global saat ini adalah kesempatan emas bagi para kolektor dan pengusaha. Melalui skema pendanaan berbasis aset (asset-backed lending) yang ditawarkan, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal. Mereka bisa mendapatkan pencairan dana hingga miliaran rupiah berdasarkan taksiran harga pasar terkini yang sedang tinggi, namun aset fisik mereka tetap utuh di bawah kepemilikan mereka," ungkap Bastian.

Tantangan terbesar bagi para CEO, pendiri startup, dan pengusaha kelas atas dalam mencari dana cepat adalah risiko reputasi (reputational risk).

Mengajukan pinjaman instansi berukuran besar atau menjual aset operasional secara mendadak sering kali memicu signaling effect negatif di mata investor dan pesaing di mana pasar dapat mengira mereka sedang mengalami krisis arus kas.

Dia mengatakan, bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi merupakan komoditas yang paling berharga.

"Menunggu proses persetujuan kredit perbankan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu tentu akan membuat momentum ekspansi hilang. Di sisi lain, mereka tidak ingin pasar mencium bahwa mereka sedang membutuhkan dana taktis. Di sinilah konsep Discreet Liquidity," tegas Bastian.

Bagi segmen kelas atas, efisiensi biaya modal (cost of capital) dan perlindungan reputasi merupakan kunci.

Meminjam dana dengan jaminan aset mewah yang sedang menguat nilainya jauh lebih efisien dibandingkan harus menarik deposito berjangka lebih awal atau menjual kepemilikan saham pada saat pasar saham sedang bergejolak.

Tags

Terkini