Targetkan KPR Rp200 Miliar, BTN Gelar Danantara Housing Expo Tahun 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:01:11 WIB
Targetkan KPR Rp200 Miliar (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bakalan menyelenggarakan Danantara Housing Expo (DHX) 2026.

Pameran itu dilaksanakan pada 27 - 30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

BTN membidik penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kiranya Rp200 miliar.

Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyebutkan sasaran penyaluran KPR dalam DHX 2026 bukan cuma mendongkrak pertumbuhan kredit.

Pameran tersebut turut menjadi bagian dari langkah memperluas akses warga terhadap kediaman yang layak serta terjangkau.

"Ini bukan semata-mata mengejar target penyaluran kredit. Yang lebih penting adalah bagaimana memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya pada siaran pers di Jakarta, Rab (26/8/2026).

Sampai Juli 2026, KPR subsidi BTN Group sudah menembus 93.378 unit bernilai plafon Rp15,46 triliun.

Pencapaian ini memperkuat peran BTN dalam menopang kepemilikan tempat tinggal, utamanya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Demi mempermudah warga memperoleh pembiayaan, BTN menyediakan sejumlah program spesial sepanjang DHX 2026.

Antara lain bebas biaya provisi serta administrasi berpatokan program DHX.

Di samping itu, BTN juga menyodorkan cashback biaya proses KPR bersubsidi bernilai Rp1 juta untuk 50 nasabah awal.

"Kolaborasi BTN dengan pemerintah, Danantara Indonesia, dan para pengembang akan terus kami perkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran," terangnya.

Berdasarkan penilaiannya, akses atas kediaman layak menyodorkan dampak lebih luas pada kehidupan warga.

Rumah yang sehat serta stabil sanggup menyokong kualitas hidup keluarga.

Khususnya, menyediakan tempat belajar yang aman juga kondusif bagi anak-anak.

DHX 2026 mempertemukan dunia perbankan, pengembang, hingga pelaku industri pendukung sektor perumahan pada satu lokasi.

Melebihi 200.000 unit hunian dijajakan melewati mitra pengembang Himbara, baik BUMN maupun swasta.

Opsi tempat tinggal tersebut membidik bermacam segmen masyarakat, mulai dari MBR hingga kelas affluent.

Warga pun mampu mengantongi beragam pilihan pembiayaan.

Skema yang disodorkan mencakup uang muka mulai 1%, suku bunga mulai 2,75%, masa tenor hingga 30 tahun.

Serta, opsi angsuran bertahap (step-up) berdasar syarat maupun ketentuan yang berlaku.

Hirwandi menilai kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu elemen penting dalam melebarkan kepemilikan kediaman.

Pertemuan antara warga, perbankan, serta pengembang dalam satu wadah bikin calon pembeli sanggup memperoleh informasi sekaligus menentukan skema pembiayaan sesuai batas kemampuan.

"Jadi masyarakat tidak hanya mendapatkan pilihan rumah, tetapi juga bisa langsung mengetahui skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka," jelasnya.

Melalui pameran tersebut, masyarakat mampu mengantongi informasi terkait lokasi, spesifikasi, harga, hingga status proyek.

Para pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung bersama pengembang mengenai unit yang diminati, tahapan pembangunan, serta aspek legalitas proyek.

Bahkan calon pembeli sanggup melangsungkan simulasi pembiayaan dan pemesanan unit sesuai ketentuan pada masing-masing proyek.

Hirwandi menambahkan, penguatan pada sektor perumahan teramat penting.

Mengingat, pembangunan tempat tinggal memberikan efek ekonomi yang amat luas.

Berdasarkan analisis Housing Finance Center BTN, KPR tercatat mendorong tambahan output ekonomi nasional mencapai Rp3.049 triliun.

Bahkan, setiap suntikan investasi Rp1 triliun di sektor perumahan diproyeksikan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.

Maknanya, pembangunan hunian tidak sekadar menggerakkan sektor properti maupun perbankan.

Melainkan juga konstruksi, industri bahan bangunan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Perumahan itu memiliki efek berganda. Ketika pembangunan rumah bergerak, banyak sektor lain ikut bergerak. Karena itu, pembiayaan perumahan juga menjadi bagian penting dalam mendorong perekonomian," paparnya.

DHX 2026 dirancang menjadi one-stop housing ecosystem.

Masyarakat sanggup berburu rumah, mengantongi informasi proyek, membandingkan opsi pembiayaan, hingga berkonsultasi dengan pengembang pada satu arena.

Di samping pameran hunian dan fasilitas pembiayaan, DHX 2026 menyajikan area home living beserta aneka aktivitas edukatif perihal kepemilikan juga tata kelola hunian.

Keterangan mengenai proyek yang dijajakan bisa diakses melalui DanantaraHousingExpo.id.

Warga sanggup meninjau lokasi, spesifikasi unit, kisaran harga, serta menyampaikan minat pembelian secara daring. (*)

Tags

Terkini