Perolehan Kontrak Baru WIKA Tembus Rp 6,91 Triliun Hingga Juni Ini

Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:30:53 WIB
Perseroan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

JAKARTA - Perseroan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berhasil mengantongi raihan proyek baru sebesar Rp 6,91 triliun hingga periode Juni 2026.

Capaian positif tersebut ditopang oleh pengerjaan berbagai proyek vital di sektor industri pendukung konstruksi, prasarana fisik, bangunan, hingga efisiensi energi.

Corporate Secretary WIKA dari sumbernya memandang bahwa hasil raihan proyek baru ini menjadi gambaran konkret atas keberhasilan pembaruan internal perusahaan.

Kebijakan taktis yang ditempuh terbukti dapat mendongkrak keunggulan kompetitif serta mutu bisnis di tengah dinamika persaingan industri masa kini.

Di samping itu, perolehan nilai kontrak anyar ini mempertegas tingkat kepercayaan publik terhadap WIKA dalam menggarap proyek-proyek bernilai strategis.

"Perseroan akan terus mengedepankan prinsip selektivitas dalam memperoleh proyek dengan fokus pada proyek dengan skema monthly payment dan memberikan nilai tambah, guna memastikan setiap pekerjaan diselesaikan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya. Melalui langkah tersebut,WIKA optimistis dapat terus mendukung penguatan konektivitas, peningkatan keselamatan infrastruktur, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan," ujar dari sumbernya pada keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Struktur raihan proyek anyar WIKA dipimpin oleh lini industri pendukung konstruksi senilai Rp 2,25 triliun atau menyumbang 32,6 persen.

Urutan berikutnya ditempati oleh lini prasarana dan gedung dengan nilai Rp 2,24 triliun.

Terdapat pula sumbangan dari lini energi beserta Industrial Plant senilai Rp 2,10 triliun, real estat sebesar Rp 197,86 miliar, serta bidang investasi senilai Rp 124,63 miliar.

Pekerjaan anyar tersebut diperoleh dari proyek milik instansi pemerintah, BUMN, hingga sektor privat.

Salah satu paket pekerjaan utama yang diraih perusahaan pada Juni lalu yakni perbaikan jalur Jalan Tol Cisumdawu.

Paket Pekerjaan Penanganan Longsoran Slope 9-10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177-KM 178 ini mencatatkan nilai perolehan sebesar Rp 294,54 miliar.

Pengerjaan pada area Tol Cisumdawu ini diniatkan sebagai langkah penanganan jangka panjang guna mengatasi risiko pergeseran struktur tanah.

Wilayah fokus utamanya terletak pada KM 177 Bojongtotor sampai dengan KM 178 Mulyasari.

Cakupan pengerjaan fisik meliputi pembuatan struktur Borepile, pembenahan ulang Mainroad, hingga perintisan Chuteway untuk penataan pembuangan air.

Agenda penguatan daya tahan lereng ini direncanakan berjalan sejak 9 Juli 2026 sampai 3 Maret 2027.

Berkat pengokohan fondasi tersebut, tingkat keamanan dan kenyamanan pengendara sewaktu melintasi tol diharapkan semakin optimal.

Penyelesaiannya pun memberdayakan warga sekitar agar menghadirkan dampak pemulihan ekonomi yang nyata untuk lingkungan setempat.

Tags

Terkini