BPS Catat Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh Hingga 5,29 Persen

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:55 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) (FOTO: NET)

JAKARTA - Lembaga Pencatat Data Nasional mendata bahwa perekonomian tanah air berkembang sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026.

Secara spasial, peningkatan perekonomian bergerak positif di seluruh area, namun terdapat beberapa wilayah yang membukukan performa tertinggi pada level nasional.

Pejabat Lembaga Pencatat Data Nasional, Moh Edy Mahmud, mengungkapkan bahwa angka Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 menyentuh Rp 6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan berjumlah Rp 3.576,2 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Jawa dan Sulawesi di atas pertumbuhan nasional. Jadi Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,10% yang merupakan pertumbuhan tertinggi," ujar Edy dari Sumbernya, Rabu (5/8/2026).

Selanjutnya, Kawasan Jawa berkembang sebesar 5,65%, serta Kawasan Sulawesi melaju 5,53%.

Seluruhnya melebihi peningkatan perekonomian nasional sebesar 5,29% pada triwulan II-2026.

Sumatra mendata kenaikan perekonomian 5,06%, Kalimantan naik 4,10%, serta Maluku-Papua mencatatkan peningkatan perekonomian 1,36%.

Ketiganya berada di bawah taraf kenaikan perekonomian nasional.

Bila ditinjau dari pendorong PDB-nya, Sumatra didukung sektor niaga, pengolahan barang, serta bercocok tanam.

Selanjutnya daerah yang menyumbang pendorong PDB paling tinggi di Pulau Sumatra yakni Sumatra Utara, dengan kontribusi peningkatan 1,17%.

Pendorong utama di Kawasan Jawa yakni pengolahan barang, niaga, dan pembangunan.

Daerah yang menyumbang pendorong PDB paling tinggi di Kawasan Jawa yaitu DKI Jakarta, dengan kontribusi peningkatan 1,55%.

"Sumber pertumbuhan utama di Pulau Bali dan Nusa Tenggara adalah pertambangan, kemudian perdagangan, dan administrasi pemerintahan. Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang tertinggi adalah Bali, dengan andil pertumbuhan sebesar 2,77%," kata dia.

Berikutnya, pendorong utama di Kawasan Kalimantan yaitu pengolahan barang, niaga, dan pertambangan.

Di Kawasan Sulawesi yakni pengolahan barang, niaga, dan pembangunan.

"Kemudian di Pulau Maluku dan Papua adalah industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Maluku Utara, dengan andil pertumbuhan sebesar 2,98%," papar dia.

Sebelumnya, Lembaga Pencatat Data Nasional mendata perekonomian tanah air naik 5,29% pada triwulan II-2026.

Capaian kenaikan perekonomian itu sedikit lebih rendah dibandingkan rentang waktu yang sama sebelumnya.

Pejabat Lembaga Pencatat Data Nasional, Moh Edy Mahmud mendata perekonomian tanah air mengalami kenaikan.

Dia mendata perolehan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku berjumlah Rp 6.552,1 triliun.

Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan berjumlah Rp 3.576,2 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dibandingkan dengan triwulan II 2025 atau secara year on year (yoy) tumbuh 5,29%," kata Edy dari Sumbernya, Rabu (5/8/2026).

Capaian tersebut sedikit lebih rendah dibanding hasil kenaikan perekonomian tahunan pada triwulan I-2026.

Saat itu, perekonomian tanah air melaju 5,61%.

Meskipun begitu, peningkatan perekonomian triwulan II-2026 apabila dibandingkan dengan triwulan I-2026 atau secara quartal to quartal (q to q) melaju sebesar 3,73%.

Kemudian, apabila dibandingkan dengan semester I-2026 atau secara c-to-c, perekonomian tanah air melaju sebesar 5,45%.

Tags

Terkini