Rencana Kontrak Jangka Panjang Impor Minyak Dari Negara Rusia

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:20:51 WIB
Petugas melakukan ukur ulang isi BBM (FOTO: NET)

JAKARTA - Petinggi kementerian bidang energi mengungkapkan bahwa pihak pemerintah nasional berniat merancang perjanjian pembelian pasokan minyak mentah berjangka waktu panjang dari negara Rusia.

Saat ini, rangkaian proses pengadaan komoditas energi tersebut telah memasuki fase gelombang kedua pelaksanaannya.

"Tahap pertama kan sudah. Nah tahap dua lagi berjalan. Nanti kami bikin kontrak jangka panjang kok," kata dari sumbernya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Lebih lanjut, dari sumbernya memastikan bahwa aktivitas impor bahan bakar tersebut dijalankan murni melalui mekanisme kemitraan langsung antarnegara atau government to government.

Tindakan pengadaan komoditas tersebut dikelola langsung oleh institusi balai pengujian layanan umum yang berada di bawah naungan kementerian terkait.

"Yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara nggak boleh diintervensi oleh negara lain ya. Jadi jangan dipleset-plesetin, yang melakukan impor adalah negara," ujar Bahlil.

Berdasarkan penjelasan dari sumbernya, bangsa ini memegang teguh prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif tanpa terikat oleh intervensi pihak manapun.

"Negara kita ini kan menganut asas bebas aktif. Kami tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kami, ya. Independensi negara kita harus kami jaga sebagai bagian daripada pengabdian kami kepada Ibu Pertiwi," tegasnya.

Pihak otoritas menegaskan bahwa seluruh rangkaian impor minyak mentah ini sepenuhnya didedikasikan demi kesejahteraan masyarakat luas.

Kendati demikian, pejabat terkait belum memaparkan secara mendetail mengenai teknis peruntukan akhir dari komoditas minyak asal kawasan Eropa timur tersebut.

"Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana, untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Itu urusan negara lah," terang Bahlil.

Berdasarkan catatan pemberitaan sebelumnya, rencana volume impor minyak dari negeri beruang merah tersebut mencapai ratusan juta barel.

Keputusan strategis ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi antara kepala negara Republik Indonesia dengan pemimpin tertinggi Rusia beberapa waktu lalu.

Wakil menteri sektor energi sebelumnya sempat menjelaskan bahwa minyak impor tersebut tidak langsung diolah menjadi bahan bakar minyak komersial.

Melainkan, komoditas minyak tersebut diproyeksikan untuk memperkuat cadangan penyangga pasokan energi strategis nasional.

"Itu (impor minyak Rusia) menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026) lalu.

Tags

Terkini