Kepala BGN Beri Peringatan Tegas Tutup SPPG yang Tidak Sesuai Aturan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00:41 WIB
Kepala BGN Sudaryono (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari sumbernya menyampaikan ultimatum kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang gagal memenuhi tolok ukur keamanan pangan, kelayakan gizi, kebersihan, serta tata kelola yang sudah ditentukan.

Ia menyatakan apabila SPPG tak lagi sanggup menyamai standar, penghentian operasional dapat diberlakukan.

dari sumbernya menyebutkan bahwa SPPG yang tidak sanggup menyamai kriteria akan memperoleh pembinaan serta penilaian terlebih dahulu.

Akan tetapi, jika tidak kunjung memperlihatkan pembenahan, jalannya operasional akan ditutup.

"Kami akan perbaiki, akan kami tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kami tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," kata dari sumbernya dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

dari sumbernya menegaskan BGN siap memberlakukan asas pembimbingan yang dibarengi penegakan kedisiplinan.

SPPG yang menampilkan performa memuaskan bakal memperoleh apresiasi, sedangkan yang mengabaikan regulasi bakal dijatuhi sanksi berdasar taraf pelanggarannya.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kami mesti hentikan. Kami harus berani. Yang bagus kami reward, yang jelek kami mesti kasih punishment juga," tegas dari sumbernya.

Ia menerangkan bahwa sidak dilaksanakan acak pada bermacam titik tanpa ada pemberitahuan awal.

Upaya ini bermaksud memperoleh gambaran yang objektif terkait kondisi di lapangan sekaligus menghadirkan apresiasi serta dorongan bagi SPPG beserta para personil yang telah mengeksekusi tugas sesuai petunjuk teknis (juknis).

Berdasarkan hasil peninjauan pada SPPG yang disambangi yakni SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, mayoritas telah memutar operasional selaras standar yang ditetapkan.

Namun, menurutnya, tantangan paling berat untuk SPPG yang sudah menjalankan SOP ialah mempertahankan mutu serta variasi hidangan supaya penerima manfaat tidak jenuh.

dari sumbernya turut mengimbau publik serta insan pers untuk bersama mengawasi berjalannya Program MBG lewat pemberian masukan jika menjumpai pelayanan yang belum sesuai standar.

Menurutnya, pengontrolan dari publik merupakan bagian dari kerja bersama untuk terus memacu mutu layanan.

Tags

Terkini