Menko AHY Tekankan Infrastruktur Sebagai Pilar Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 11:00:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menekankan bahwa tata kelola infrastruktur wajib dijadikan sarana pokok untuk menciptakan kemajuan ekonomi yang merata, mengangkat taraf hidup warga, sekaligus melestarikan alam.

Berdasarkan pandangannya, prinsip keberlanjutan mesti dijadikan fondasi primer dalam perencanaan nasional, bukan cuma hiasan dalam penetapan regulasi.

Pernyataan tersebut diutarakan Menko AHY kala menyampaikan pidato pada ajang Lestari Awards 2026 di Jakarta, Rabu.

Menko AHY memberikan apresiasi atas gelaran Lestari Awards yang secara kontinu menggalang kerja sama antarlini dan menyajikan beragam contoh penerapan ideal bagi pembangunan berwawasan lingkungan.

AHY menyatakan pergolakan dunia yang diwarnai ketidakpastian geopolitik, perselisihan, pergeseran iklim, sampai kemajuan sains memacu Indonesia untuk membentuk ketahanan serta memacu daya saing lewat garis kebijakan yang menyeimbangkan kemajuan finansial, kemakmuran warga, dan daya dukung ekosistem.

"Kami harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan, resilience sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing, competitiveness. Ini harus mendasar pada tiga pilar. Yang pertama tentunya adalah kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Yang kedua adalah kesejahteraan bagi masyarakat. Yang terakhir yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan lingkungan hidup kami. We need to strike a good balance antara tiga hal ini. Sustainable economic growth with equity," ujar AHY dalam keterangan tertulis, Kamis.

Selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menko AHY memaparkan bahwa pengembangan sarana fisik ditujukan guna memperkuat kemandirian pangan, energi, dan air, memperbaiki taraf hidup, mempererat keterhubungan nasional, menopang kelestarian lingkungan, serta merealisasikan kesetaraan pembangunan di seluruh penjuru tanah air.

Di matanya, kemajuan fisik tak lagi semata dihitung berdasarkan kuantitas proyek yang didirikan, melainkan dari faedah riil bagi warga serta efektivitasnya menghadapi ancaman dinamika iklim.

"Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kami membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam," terang AHY.

Lebih jauh, Menko AHY menggarisbawahi bahwa pembangunan yang berkesinambungan cuma dapat dicapai lewat sinergi seluruh elemen pentahelix, yaitu birokrasi, sektor usaha, akademisi, masyarakat, serta insan pers.

Di matanya, pers merupakan salah satu penyokong vital dalam keberlanjutan.

Di samping membagikan warta kepada publik, pers turut berfungsi membentuk kesadaran umum, mengawal jalannya aturan lewat mekanisme pengawasan, serta mempublikasikan bermacam contoh sukses yang sanggup menginspirasi khalayak.

"Kami membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kami. Mendorong partisipasi publik, mengawasi kebijakan pemerintah dan juga dunia usaha. Checks and balances bisa dilakukan oleh teman-teman media. Dan yang terakhir tentunya mempromosikan jika ada solusi, jika ada best practices yang relevan untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat kami," jelas AHY.

Mengakhiri orasinya, Menko AHY menyampaikan ucapan selamat bagi para peraih penghargaan Lestari Awards 2026 dan berharap apresiasi itu makin memacu terciptanya terobosan serta praktik terbaik yang memberi faedah nyata bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan nasional maupun regional.

"Saya mengucapkan selamat sebelumnya kepada para pemenang Lestari Awards 2026. Bapak, Ibu, kalau sudah dinominasi artinya semua pantas untuk mendapatkan recognition, apresiasi, dan dorongan dari pemerintah dan dari kami semuanya. Semoga pemenangnya nanti juga bisa mewakili Indonesia di tingkat ASEAN dan siapapun itu mudah-mudahan bisa menghadirkan perubahan yang meaningful untuk Indonesia lima tahun, sepuluh tahun, hingga selamanya," tutup Menko AHY.

Turut hadir dalam perhelatan Lestari Awards 2026 sejumlah pejabat negara seperti Menteri Perindustrian, Menteri Transmigrasi, Menteri Lingkungan Hidup, serta pimpinan media KompasTV.

Menko AHY turut didampingi tim pendamping dari sumbernya.

Tags

Terkini