Obligasi Panda Bonds Perdana Indonesia Sukses Raup Dana Rp15 Triliun

Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:17:57 WIB
Obligasi Panda Bonds Perdana Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Otoritas pemerintah Indonesia buat pertama kalinya telah memenangkan penawaran Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan China atau Panda Bonds sejumlah 7 miliar yuan, setara sekitar US$ 1,033 miliar atau setara Rp 15 triliun.

Uang hasil penawaran obligasi tersebut hendak digunakan guna menutupi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Pelepasan perdana Panda Bonds direalisasikan pada 23 Juli 2026 dengan memanfaatkan tren positif pada pasar obligasi domestik China.

Produk ini ditawarkan lewat dua seri, yaitu tenor tiga tahun sebesar 5,6 miliar yuan berimbalan kupon 1,90%, serta tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar yuan berimbalan kupon 2,19%.

Disadur dari Sumbernya, Jumat (24/7/2026), pemerintah menyebut aksi korporasi tersebut mendulang respons yang sangat positif dari para investor di pasar domestik China.

Jumlah penawaran (peak orderbook) berada di kisaran 17 miliar yuan, atau setara 2,4 kali lipat dari besaran obligasi yang dilepas (bid-to-cover ratio).

Melimpahnya antusiasme investor ini memberi kesempatan pemerintah memperoleh beban biaya pendanaan yang lebih hemat melalui penentuan tingkat imbal hasil (yield) yang bersaing.

Pihak penanggung jawab keuangan berpendapat bahwa tingginya permintaan pemodal memperlihatkan keyakinan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas tata kelola fiskal, serta strategi komunikasi pemerintah bersama investor di China yang dinilai terlaksana efektif.

Panda Bonds sendiri ialah instrumen surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun entitas bisnis asing di pasar obligasi domestik China berdenominasi mata uang yuan.

Melalui jalur ini, Indonesia memperlebar sumber pendanaan sekaligus memperbanyak variasi basis investor internasional.

Efek yang diterbitkan periode ini mencakup seri RICNY0729 berjangka tiga tahun yang akan jatuh tempo 30 Juli 2029, dan seri RICNY0731 berjangka lima tahun yang akan jatuh tempo 30 Juli 2031.

Tahapan penetapan harga (pricing) diselesaikan pada 23 Juli 2026, sedangkan proses penyelesaian transaksi (settlement) dijadwalkan terlaksana pada 30 Juli 2026 atau T+5.

Pada rilis perdana ini, Panda Bonds Indonesia mengantongi pemeringkatan kredit tertinggi, yakni AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd..

Peringkat ini menandakan mutu kredit yang amat solid di pasar obligasi domestik China dan menjadi faktor pendukung utama tingginya animo pemodal.

Pelaksanaan pelepasan Panda Bonds turut mengikutsertakan berbagai lembaga keuangan internasional dan China sebagai penjamin emisi (underwriter) maupun pengelola pembukuan (bookrunner).

Bank of China Limited memegang posisi sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner.

Sedangkan China International Capital Corporation Limited (CICC), CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC) mengisi peran Joint Lead Underwriters sekaligus Joint Bookrunners.

Sementara Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation (CCB), serta The Export-Import Bank of China mengambil peran sebagai Co-Managers pada transaksi tersebut.

Pencapaian penjualan Panda Bonds yang pertama ini menjadi tonggak sejarah baru dalam strategi pembiayaan negara.

Di samping memperluas jalan menuju pasar keuangan internasional, transaksi itu turut mengokohkan keterikatan Indonesia dengan pasar modal China dan membuka kesempatan diversifikasi muara pendanaan pemerintah di tengah gejolak pasar keuangan global.

Terkini