Garuda Indonesia Diputus Menjadi Holding Utama Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:00:22 WIB
Garuda Indonesia Diputus Menjadi Holding Utama Maskapai BUMN (FOTO: NET)

JAKARTA - Pemerintah memutus Garuda Indonesia bakal menjadi holding maskapai BUMN, sementara Pelita bakal masuk menjadi bagian dari Garuda Group.

Maksud dari penggabungan ini guna menciptakan kekuatan maskapai nasional yang lebih kokoh, efektif, serta berdaya saing.

Danantara bersama BP BUMN senantiasa memacu penggabungan maskapai BUMN sebagai langkah strategis memperkuat bisnis penerbangan nasional.

Sejalan dengan proses itu, pada Kamis (23/7/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengadakan pertemuan bersama jajaran pimpinan Pelita guna merembukkan arah penguatan holding maskapai nasional.

Dalam momen tersebut, Dony memaparkan mengenai holding maskapai BUMN, tempat penggabungan ini bakal memperkuat kemampuan grup dalam menghadapi kompetisi industri penerbangan.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kami. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony.

Di samping memperkuat struktur korporasi, Dony mengingatkan bahwa industri penerbangan merupakan bisnis yang memerlukan ketelitian tinggi dan penentuan langkah yang cepat pada tiap-tiap aspek operasional agar kinerja korporasi tetap terpelihara.

“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kami sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan. Karena itu, penting melakukan analisis terhadap setiap rute dan konektivitas,” ujar Dony.

Serasi dengan hal tersebut, BP BUMN dan Danantara pula mendorong peningkatan standar pelayanan Garuda Group secara menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight.

Peningkatan fasilitas dilaksanakan melalui pengintegrasian sistem penjualan tiket, pembenahan kualitas lounge, pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak pesawat, kualitas katering, sampai penguatan program loyalitas pelanggan serta pengembangan sumber daya manusia.

Lewat penggabungan dan peningkatan mutu pelayanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group diharapkan mampu menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia sekaligus menaikkan daya saing sebagai pemain utama pada tingkat regional.

Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia sedang menyiapkan strategi besar terkait pemenuhan armada penerbangan komersial nasional.

Salah satunya yakni dengan mendirikan perusahaan leasing pesawat terbang.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa Danantara saat ini sedang mempelajari secara cermat rencana pendirian perusahaan penyewaan atau leasing pesawat terbang secara mandiri.

Tindakan strategis serta struktural ini tidak lepas dari komitmen penyediaan 50 unit armada pesawat Boeing yang nantinya hendak dioperasikan oleh maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Rencana inovatif mengenai pendirian perusahaan leasing tersebut diutarakannya secara langsung oleh Dony usai dirinya menghadiri agenda Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Komisi VI DPR RI di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

“Kami sedang mengkaji juga kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing sendiri,” ujar Dony, dikutip dari Sumbernya, Selasa (9/6/2026).

Dony secara bertahap menjelaskan bahwa wacana realisasi pembelian puluhan pesawat pembuat Amerika Serikat ini memerlukan proses pertimbangan yang amat mendalam.

Pihaknya wajib kalkulasi dengan teliti jadwal kedatangan pesawat di Tanah Air, merancang struktur skema bisnis komersial yang tepat, hingga detail skema penyewaan pesawat terbangnya nanti.

“Tentu banyak pertimbangan, ya. Tetapi tentu komitmennya harus kami jalankan,” tegas Dony menambahkan.

Terkini