IHSG Anjlok 1,89 Persen, Simak Proyeksi dan Arah Pasar Hari Ini

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:59:19 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 1,89% ke level 5.873,37 pada perdagangan Rabu (8/7/2026) setelah sempat menguat lima hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh akumulasi sentimen negatif dari dalam negeri maupun global yang memicu aksi jual masif di seluruh sektor bursa.

Menjelang perdagangan Kamis (9/7/2026), pelaku pasar kini menanti apakah pelemahan ini merupakan koreksi wajar atau awal dari tren penurunan yang lebih dalam. Ulasan ini akan membahas kondisi makro ekonomi terkini beserta proyeksi arah pergerakan indeks hari ini.

Pada sesi sebelumnya, IHSG dibuka melemah tipis 0,04% di level 5.984,18 sebelum akhirnya tekanan jual semakin menguat di sesi II dan merosot hingga 113,125 poin. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp689,80 miliar, menambah total divestasi asing menjadi Rp88 triliun sejak awal tahun.

Kabar mengenai masuknya Indonesia dalam watchlist S&P Dow Jones untuk potensi penurunan status dari Emerging Market menjadi Frontier Market menjadi penekan utama. Isu pembekuan indeks oleh MSCI yang berlanjut serta memanasnya geopolitik AS-Iran turut memperparah sentimen negatif di pasar modal.

Di sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya dinilai masih cukup kokoh karena Bank Indonesia tetap menjaga suku bunga acuan secara stabil. Mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp17.984 dan ditutup melemah tipis 0,02% pada perdagangan Rabu kemarin.

Secara teknikal, posisi IHSG saat ini berada di area support kritis dengan indikator RSI yang mulai mendekati area jenuh jual (oversold). Untuk perdagangan hari ini, indeks diproyeksikan memiliki probabilitas sebesar 50% untuk bergerak konsolidasi di rentang 5.820 hingga 5.920.

Terkini