IHSG Sentuh Level 5.986, Cermati Prospek Saham ESSA, ISAT dan KLBF

Rabu, 08 Juli 2026 | 12:06:42 WIB
Ilustrasi Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber foto: NET)

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak +1,19% atau bertambah +70,42 poin ke posisi 5.986 pada perdagangan 7 Juli 2026. Performa ini membuat IHSG sukses mencatatkan reli penguatan selama 5 hari berturut-turut.

Tren positif IHSG ini tetap melaju walaupun MSCI membekukan saham dalam rebalancing indeks 12 Aug 2026 Index Review pada 7 Juli 2026 pukul 03:26 WIB. MSCI menghentikan peningkatan Jumlah Saham (NOS) serta Foreign Inclusion Factors (FIF).

Di samping itu, MSCI dipastikan tidak akan menyertakan saham baru maupun melakukan migrasi naik kelas antar indeks. Kebijakan ini dinilai selaras dengan ekspektasi pelaku pasar sembari menantikan evaluasi lanjutan pada Nov 2026 bersamaan klasifikasi pasar.

Untuk perdagangan hari ini, investor menantikan kehadiran dua emiten baru yang melantai di BEI, yaitu BACH dan EMMI. EMMI menetapkan harga IPO sebesar Rp470/saham dengan P/E 24x serta mencatatkan kelebihan permintaan hingga 2,9x.

Sedangkan BACH mematok harga IPO sebesar Rp442/saham dengan P/E 11,6x dan memperoleh oversubscribe mencapai 22,8x. Di zona global, indeks Wall Street mengalami koreksi akibat terimbas aksi profit taking saham kecerdasan buatan (AI) di bursa Asia.

Penurunan melanda indeks Nasdaq sebesar -1,16% dan S&P 500 sebesar -0,45%. Koreksi dalam juga terjadi pada saham Intel sebesar -9,53% serta SpaceX sebesar -6,76% pada (7/7).

Aksi profit taking merebak usai Samsung merilis earnings guidance kuartal II-2026 dengan estimasi pendapatan +129,3% yoy dan laba operasi +1.810% yoy. Investor menilai valuasi harga saham emiten di sektor AI saat ini sudah menggambarkan kinerja keuangan mereka.

Faktor lain yang ditunggu pasar yakni hasil notulen rapat FOMC The Fed nanti malam untuk membaca proyeksi suku bunga acuan. Hal ini krusial mengingat harga minyak Brent kembali merangkak naik +2,04% ke posisi USD75,6/barel secara intraday pada (8/7).

IHSG diproyeksikan akan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini dalam rentang poin 5.850-6.000. Saham pilihan pertama jatuh pada ESSA (Accum Buy) dengan harga penutupan 545, target harga 570, serta batas stop loss 510.

Saran akumulasi beli diberikan karena posisi teknikal ESSA saat ini tengah berada pada area support. Indikator Stochastic juga telah masuk ke area oversold yang mengindikasikan adanya ruang untuk rebound.

Menilik fundamentalnya, ESSA mengantongi pendapatan USD95,2 juta pada kuartal I 2026 atau naik sebesar 36,7% secara tahunan (YoY). Keuntungan bersih mereka juga melonjak signifikan hingga 150% YoY menjadi sebesar USD26,7 juta.

Ditambah lagi, kegiatan perawatan rutin pabrik amonia Banggai Ammonia Plant (BAP) telah rampung pada 8 Juni 2026 dan kini sudah beroperasi normal. Pilihan berikutnya adalah ISAT (Accum Buy) dengan penutupan di 1.890, target harga 1.950, dan stop loss 1.830.

ISAT dinilai punya peluang besar melanjutkan pola pembalikan arah dengan membentuk grafik cup and handle. Indikator MACD bar histogram juga memperlihatkan tren positif yang menandakan momentum akumulasi pasar.

Mengenai fundamental, ISAT merampungkan restrukturisasi modal lewat strategi asset-light dengan menjual 84,9% saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) ke PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT) senilai Rp11,7 triliun tunai. Langkah ini merupakan transaksi non-afiliasi termasuk skema inbreng sisa saham 15,1% di IFT yang setara 49,68% kepemilikan NFT.

Kendati melepas aset, ISAT tetap mengoperasikan jaringan fiber optik tersebut lewat sistem sale and leaseback sehingga memperoleh dana cash tanpa kehilangan nilai ekonomis infrastrukturnya. Terakhir adalah KLBF (Accum Buy) dengan harga closing 745, target 770, serta stop loss 730.

Posisi pergerakan KLBF sedang bergerak mendatar di area support dan berpotensi membalikkan arah pasca membentuk pola double bottom. Sinyal penguatan diperkuat oleh indikator Stochastic yang mengalami crossing di area netral sehingga berpeluang naik jika daya beli berlanjut.

Terkini