IHSG Menguat ke Level 5.916 Cek Rekomendasi Saham TPIA dan IMPC

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:27:11 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mendarat di zona hijau dengan apresiasi 0,69% ke level 5.916,07 pada penutupan perdagangan Senin (6/7). Lonjakan indeks didorong oleh performa positif saham BBRI, DCII, dan BBCA, walau tertahan oleh pelemahan saham TLKM, AMMN, serta BYAN.

Investor luar negeri terpantau membukukan net sell senilai Rp163,01 miliar di pasar reguler serta Rp190,90 miliar di seluruh pasar. Mayoritas sektor atau sembilan dari sebelas sektor menguat dipimpin sektor industrial naik 3,61%, sedangkan sektor infrastruktur turun 0,05%.

Sentimen positif juga bertiup dari pasar global seiring penguatan bursa Wall Street. Indeks Dow Jones merangkak naik 0,29%, S&P 500 terapresiasi 0,72%, serta Nasdaq melesat 1,12%.

Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons baik wacana revisi ketentuan Papan Pemantauan Khusus (PPK) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Gairah ini tecermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 3,14% serta MSCI Indonesia sebesar 0,91%.

BEI merencanakan perubahan skema Full Call Auction (FCA) dengan mengeliminasi tiga dari sebelas indikator penempatan saham dalam PPK.

Tiga indikator yang direncanakan hilang meliputi aturan jumlah free float, rendahnya likuiditas perdagangan, hingga suspensi perdagangan di atas satu hari akibat pola transaksi.

Melalui langkah revisi ini, kriteria masuk PPK akan lebih melihat kondisi fundamental internal korporasi ketimbang pola transaksi sahamnya. Jika terealisasi, banyak saham berpeluang kembali ditransaksikan lewat mekanisme continuous auction agar pembentukan harga berjalan lebih efisien.

Dari aksi korporasi, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE) kedatangan kapal pipe laying & lifting vessel Gunanusa Hai Long 106 di Cilegon. Kapal baru ini diproyeksikan mulai bekerja pada Agustus 2026 untuk menyokong Hidayah Field Phase 1 Development Project.

Unit ini bakal dioptimalkan dalam agenda Engineering, Procurement, Construction, Installation, and Commissioning (EPCIC). Agenda tersebut meliputi pembuatan Integrated Wellhead Platform (WHP), Central Processing Platform (CPP), Subsea Pipeline, dan Pipeline End Terminal (PLET).

Pengadaan kapal senilai US$100 juta tersebut menjadi bagian rencana ekspansi bisnis CBRE ke sektor penunjang kegiatan offshore. Perusahaan turut membidik pasar global dan proyek infrastruktur migas, instalasi pipa bawah laut, hingga energi terbarukan.

Sementara itu, PT Trisula International Tbk. (TRIS) menjadwalkan pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp15 miliar menggunakan kas internal. Agenda korporasi ini bakal bergulir dari tanggal 6 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Hingga 31 Maret 2026, jumlah kas internal perseroan berada di posisi Rp195 miliar. Jumlah ini lebih besar dibanding capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp132,55 miliar.

Apabila alokasi dana buyback terpakai utuh, saldo kas perusahaan akan berada di kisaran Rp180 miliar. Dampak lainnya, total aset terkoreksi ke Rp1,41 triliun dan ekuitas bergeser ke Rp826,10 miliar.

Terkait kinerja keuangan, TRIS mengumpulkan pendapatan Rp455,33 miliar pada kuartal I-2026 atau tumbuh 13,18% secara tahunan. Nilai ini lebih tinggi dari raihan tahun lalu pada periode sama sebesar Rp402,34 miliar.

Laba per saham (EPS) emiten terpantau sebesar Rp5,57 per saham. Nilai EPS secara proforma pascabuyback diproyeksikan meningkat hingga menyentuh kisaran Rp5,75 per saham.

Berikut adalah acuan saham hari ini: TPIA (Buy 1860-1870 | TP 1895-1925 | SL 1780) dan RAJA (Buy 4100-4110 | TP 4170-4200 | SL 3900). Rekomendasi selanjutnya yakni BUVA (Buy 850-865 | TP 880-890 | SL 810), BIPI (Buy 124-126 | TP 129-132 | SL 118), dan IMPC (Buy 1520-1535 | TP 1555-1595 | SL 1450).

Terkini