IHSG Naik ke Level 5.926, Didorong Dominasi Saham yang Menghijau

Selasa, 07 Juli 2026 | 13:27:11 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merangkak naik pada awal perdagangan Selasa pagi (7/7/2026). RTI Business mencatat data hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan indeks menguat 10,61 poin atau 0,18% menuju level 5.926,678.

Level pembukaan IHSG berada di posisi 5.933,574 dengan capaian tertinggi pada 5.943,538. Sementara itu, untuk posisi terendahnya sempat menyentuh angka 5.925,789.

Pada menit-menit awal perdagangan, data saham mencatat 269 emiten naik, 121 emiten turun, dan 238 emiten tidak bergerak. Sebanyak 551,798 juta lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp322,195 miliar dalam frekuensi sebanyak 50.593 kali.

Total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat langsung menyentuh nominal Rp10.403,494 triliun pada awal sesi.

Menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, pergerakan indeks secara teknikal sukses mengalami rebound dan membentuk format three advancing soldiers candlestick pattern dari “wave (b)”. Sinyal negatif diperlihatkan oleh Stochastics K_D diikuti volume yang turun, namun RSI punya potensi membentuk format golden cross.

"Walaupun IHSG berhasil rebound, investor asing masih cenderung selektif. Keberlanjutan pemulihan akan sangat bergantung pada apakah terjadi pembalikan menjadi net buy asing dalam beberapa hari ke depan," kata dia dalam analisanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Nafan menyebutkan jika bursa saham internasional menutup perdagangan pekan lalu dengan zona hijau, sedangkan mata uang dolar AS melemah dan nilai emas menanjak. Kondisi risk appetite yang membaik ini dapat mengalirkan sentimen positif ke bursa saham Asia pada pembukaan pekan.

Apresiasi mata uang rupiah sebesar 0,18% ke level Rp17.963 per dolar AS juga menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Sifat rupiah yang stabil diproyeksikan menjadi kunci utama dalam menahan laju foreign outflow.

Saham-saham blue-chip kini menjadi target akumulasi yang sangat menarik bagi investor institusi dalam negeri. Faktor pemicunya adalah rasio P/E IHSG sekarang berada di angka 9,35x, atau secara historis sudah berada di bawah level bottoming saat pandemi COVID-19 yang sebesar 9,48x.

Di samping itu, masa penawaran Obligasi Negara Ritel seri ORI030 juga telah resmi dibuka oleh pemerintah mulai hari Senin ini. Berhubung BI Rate masih menetap di level 5,75%, produk buatan pemerintah ini menawarkan keuntungan kupon fixed rate yang diprediksi sangat kompetitif.

"Kehadiran ORI030 berpotensi menyerap sebagian likuiditas dari investor ritel yang cenderung defensif di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini," ungkap dia sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terkini