Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat 0,23 Persen Hari Ini ke 17.953

Jumat, 03 Juli 2026 | 09:19:04 WIB
Ilustrasi nilai tukar (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kurs mata uang garuda mengawali perdagangan akhir pekan dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,23 persen atau naik 22 poin menuju level Rp17.953 per dolar AS pada hari Jumat (3/7/2026). Bersamaan dengan hal itu, pergerakan indeks dolar AS justru terpantau mengalami penurunan tipis sebesar 0,02 persen ke posisi 100,83. Saat ini kondisi nilai tukar domestik di pasar finansial tengah dipengaruhi oleh perpaduan sentimen dari luar negeri maupun dalam negeri yang berpotensi membuatnya bergerak fluktuatif sebelum berakhir melemah di penutupan nanti. Mata uang lokal diproyeksikan akan mengakhiri sesi perdagangan pada kisaran harga Rp17.990 sampai Rp18.050 per dolar AS, setelah pada petang hari sebelumnya sempat ditutup turun ke angka Rp17.995 per dolar AS.

Kondisi pasar saat ini memperkirakan adanya potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS dengan tingkat probabilitas mencapai 67 persen untuk rapat kebijakan pada bulan September mendatang. Di samping kebijakan moneter, ketegangan geopolitik yang terjadi di wilayah Timur Tengah ikut menjadi fokus utama para pemodal. Berdasarkan laporan terkini, pihak Qatar mengonfirmasi adanya kemajuan yang searah positif dalam diskusi tidak langsung antara pihak Iran dan AS guna mengakhiri blokade di kawasan Selat Hormuz. "Meskipun lalu lintas telah sebagian pulih, kedua negara saling menyerang akhir pekan lalu setelah serangan Iran terhadap kapal kargo," kata narasumber.

Sementara dari sisi dalam negeri, tingkat kepercayaan para investor sedang menghadapi ujian berat menyusul hadirnya rangkaian kabar buruk sepanjang periode kuartal kedua tahun ini. Beberapa isu krusial seperti penanganan kasus hukum mega korupsi, kecemasan publik atas stabilitas keuangan negara imbas defisit perdagangan bulan Mei, lonjakan inflasi, hingga penyesuaian dari MSCI menjadi faktor pelemah minat investasi. Lebih lanjut, laporan PMI manufaktur nasional yang diterbitkan oleh S&P Global mencatatkan penurunan performa ke angka 46,9 pada bulan Juni 2026, yang menandakan level kemunduran terdalam sepanjang satu tahun terakhir.

Terkini