Mata Uang Rupiah Menguat ke Level Rp17.952 per Dolar Amerika Serikat

Jumat, 03 Juli 2026 | 09:19:04 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar mata uang garuda mengalami penguatan hingga mencapai posisi Rp17.952 per dolar AS dalam sesi perdagangan pada Jumat, 3 Juli 2026 pagi. Apresiasi ini terjadi lantaran laporan ketenagakerjaan di Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang menekan nilai mata uang dolar AS. Kendati demikian, sikap investor yang cenderung menanti membuat ruang penguatan domestik menjadi amat terbatas.

Mata uang rupiah mulai menunjukkan kebangkitan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari ini. Setelah sempat terpuruk dalam pelemahan selama empat hari berturut-turut, mata uang nasional akhirnya berhasil mencatatkan zona hijau.

Menurut data pasar finansial, rupiah pada Jumat, 3 Juli 2026 dibuka pada posisi Rp17.952 per dolar AS. Angka tersebut memperlihatkan penguatan sebanyak 43 poin atau sebesar 0,24 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada pada level Rp17.955 per dolar AS.

Terkait kondisi ini, analis dari Doo Financial Futures mengungkapkan bahwa apresiasi mata uang domestik didorong oleh sentimen global. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolarr AS yg tertekan setelah data pekerjaan Amerika Serikat yang lebih elmah dari perkiraan," katanya.

Namun, pergerakan naik ini diperkirakan berjalan secara terbatas. Hal tersebut dikarenakan para pelaku pasar masih bersikap hati-hati dalam memantau dinamika di pasar modal dalam negeri. " Saat ini sentimen investor asing masih wait and see terhadap pasar domestik masih belum pulih. Range 17900-18000," jelasnya.

Di sisi lain, performa sejumlah mata uang di kawasan Asia terpantau ikut menguat terhadap greenback pagi ini:

Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,39 persen Peso Filipina terkerek sebesar 0,24 persen Baht Thailand terangkat sebesar 0,14 persen Dolar Singapura menanjak sebesar 0,11 persen Yuan China naik sebesar 0,06 persen Dolar Hong Kong menguat tipis sebesar 0,008 persen

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya justru mencatatkan koreksi pada perdagangan hari ini:

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,12 persen Yen Jepang turun sebesar 0,08 persen Dolar Taiwan melemah tipis sebesar 0,05 persen

Terkini