Nilai Tukar Rupiah Tertekan hingga Rp17.978 karena Sentimen The Fed

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12:11 WIB
Ilustrasi nilai tukar (sumber foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 26 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.952 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipengaruhi oleh tingginya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payrolls) malam ini. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tercatat mengalami kenaikan dalam sehari dari 4,36 persen menjadi 4,49 persen.

Bank sentral Amerika Serikat hampir dipastikan bakal menaikkan suku bunga pada bulan Desember tahun ini dengan kemungkinan secepatnya September 2026. Probabilitas atau kemungkinan kenaikan suku bunga tersebut berada di angka 85 persen. Terkait data NFP AS sendiri, diperkirakan akan menambah 110 ribu pekerjaan pada bulan Juni 2026.

Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing. Berdasarkan berbagai faktor ekonomi tersebut, nilai tukar rupiah untuk hari ini diprediksi akan bergerak pada kisaran angka:

Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS

Terkini