Harga Emas SJC di Saigon Melonjak Tajam hingga 2 Juta VND per Tael

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12:11 WIB
Ilustrasi emas batangan (sumber foto: NET)

SAIGON - Pada pagi hari tanggal 2 Juli, harga emas domestik mengalami pemulihan yang signifikan. Secara spesifik, emas batangan di Saigon Jewelry Company (SJC) dibeli dengan harga 145,4 juta VND dan dijual seharga 148,4 juta VND, mencatat peningkatan sebesar 2 juta VND per ons dibandingkan dengan hari kemarin.

Sementara itu, Mi Hong Company membeli emas dengan harga 146 juta VND, mengalami peningkatan sebesar 1,3 juta VND dibandingkan akhir kemarin, dan menjualnya seharga 147,5 juta VND, yang berarti meningkat sebesar 1,1 juta VND. Kenaikan ini dipicu oleh pulihnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Selaras dengan tren tersebut, harga cincin emas di Perusahaan SJC juga melonjak sebesar 2 juta VND, sehingga menyentuh angka 145,3 juta VND untuk pembelian dan 148,3 juta VND untuk penjualan. Perusahaan Phu Quy turut mencatat kenaikan sebesar 2 juta VND, membuat harga beli menjadi 145 juta VND dan harga jual berada di angka 148 juta VND.

Kenaikan tajam batangan emas dan cincin emas SJC ini terjadi beberapa menit setelah pembukaan sesi perdagangan. Penyesuaian harga domestik ini mengikuti pergerakan pasar global yang berhasil melampaui angka 4.000 dolar AS per ons, di mana para pelaku pasar terus memantau sinyal kebijakan dari The Fed serta data ketenagakerjaan terkini dari Amerika Serikat.

Harga emas dunia terpantau pulih hingga mencapai 4.053 dolar AS per ons, lebih tinggi 72 dolar AS dibandingkan pagi kemarin. Logam mulia ini mendapatkan dorongan setelah laporan pekerjaan ADP dari sektor swasta Amerika Serikat mencatat hasil yang lebih rendah dari perkiraan para ekonom, yakni hanya bertambah 98.000 pekerjaan pada bulan Juni dari estimasi awal sebesar 118.000 pekerjaan.

Selain itu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pernyataan bahwa ekspektasi inflasi beserta risiko yang menyertainya telah menurun dalam beberapa minggu terakhir, meskipun pihak mereka menegaskan kembali komitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Meredanya tekanan inflasi ini sukses mendorong imbal hasil obligasi turun dan memberikan energi baru bagi pergerakan pasar emas.

Dari sisi geopolitik di Timur Tengah, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mengadakan pembicaraan teknis di Doha untuk menyepakati mekanisme lalu lintas kapal yang melewati Selat Hormuz sekaligus mengupayakan gencatan senjata jangka panjang. Perkembangan situasi ini turut memberikan sentimen positif yang mendukung kenaikan harga logam mulia karena kekhawatiran investor terhadap inflasi semakin mereda.

Terkini