Rekomendasi Saham Hari Ini EMAS EXCL dan DEWA Berpotensi Naik

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:26:01 WIB
Ilustrasi saham, (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan 11 Juni 2026 ditutup melemah minus 0,28 persen atau minus 16,34 poin ke level 5.886. IHSG mengalami koreksi setelah dua hari sempat rebound. Investor asing tercatat melakukan outflow terbatas di pasar ekuitas domestik dengan nilai Rp 252 miliar. Secara week to date (wtd), IHSG sebenarnya rebound plus 5,21 persen setelah sempat mengalami koreksi selama tujuh pekan beruntun hingga menyentuh level terendahnya di awal pekan yaitu 5.317. Pasar memberikan respon positif terhadap rupiah spot yang kembali terapresiasi ke level Rp17.900/ USD pada 12 Juni 2026. Kini pasar tengah mencermati rilis BI-Rate minggu depan pada 18 Juni 2026 yang diproyeksikan masih akan ada kenaikan 25 bps hingga 50 bps untuk mencegah outflow di instrumen portofolio domestik serta menjaga stabilitas rupiah di tengah kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga energi non subsidi.

Dari sektor global, bursa Wall Street kompak menguat dengan indeks Nasdaq plus 2,54 persen dan S&P 500 plus 1,75 persen pada 11 Juni 2026. Pasar merespon positif pernyataan Presiden Trump mendirikan deklarasi kesepakatan damai dengan Iran yang akan segera diresmikan di Eropa pada 12 Juni 2026. Harga minyak mentah Brent merosot minus 2,92 persen ke level USD 90,4 per barel pada 11 Juni 2026 sebagai respon atas pernyataan damai tersebut. Selain itu, pasar juga merespon positif menjelang Nasdaq: SPCX listing pada 12 Juni 2026. SPCX mempunyai nilai kapitalisasi pasar sebesar USD1,77 triliun sekaligus berhasil masuk ke dalam jajaran Top 10 Market Cap di Indeks Nasdaq pada 12 Juni 2026. Pergerakan IHSG hari ini pun diprediksi akan bergerak positif dalam rentang range 5.800-6.000.

Berikut adalah rekomendasi beberapa saham hari ini yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar:

EMAS (Accum Buy) Closing Price: 6.900 Target Price: 7.200 Stop Loss: 6.600

Saham EMAS dinilai berpotensi mengalami bullish reversal dengan membentuk dragonfly doji di area support. Indikator MACD bar histogram tampak melemah terbatas dalam momentum akumulasi. Sejak awal tahun ini, EMAS menjadi saham top 5 yang paling banyak diakumulasi oleh investor asing sebesar Rp1,62 triliun ytd per 11 Juni 2026. Setelah sekian lama berada dalam fase pengembangan, EMAS menargetkan produksi emas (heap leach) pertamanya dapat berjalan pada Kuartal I tahun 2026 (1Q26) dengan kapasitas mencapai 145 ribu ons/ tahun. Emiten ini memiliki cadangan sebesar 1,9 juta ons emas yang merupakan salah satu terbesar di wilayah ASEAN.

EXCL (Accum Buy) Closing Price: 2.610 Target Price: 2.700 Stop Loss: 2.500

Saham EXCL berpotensi mengalami bullish reversal di area support dan berhasil menutup gap down di kisaran level 2.600-an. Indikator stochastic crossing berada di area oversold serta MACD bar histogram masuk dalam momentum akumulasi. Pada 1Q26, EXCL melaporkan adanya rugi bersih sebesar Rp716,93 miIiar, berbanding terbalik dari raihan laba bersih sebesar Rp384,6 miliar pada 1Q25. Namun, pendapatan EXCL melonjak plus 37,4 persen yoy pada 1Q26 menjadi sebesar Rp11,82 triliun. Proses aksi korporasi Merger XL dan Smartfren pada April 2025 diproyeksikan berpotensi menghasilkan sinergi positif ke depan termasuk langkah efisiensi operasional. Sinergi ini akan tercermin secara nyata dalam delapan kuartal mendatang (1Q27).

DEWA (Spec Buy) Closing Price: 294 Target Price: 308 Stop Loss: 280

Rekomendasi speculative buy diberikan untuk aktivitas trading jangka pendek, di mana emiten ini berpotensi mengalami reversal untuk menguji tingkat resistance di level 330. Indikator stochastic crossing yang berada di area oversold juga menjadi indikasi kuat terjadinya aksi rebound dalam jangka pendek.

Terkini