Penerimaan Pajak Tumbuh 22 Persen Struktur Fiskal Mei 2026 Kian Kuat

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:25:11 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga Mei 2026 dinilai kian membaik.

Pihak berwenang mencatat defisit anggaran masih berada pada level yang rendah di tengah adanya tekanan pada nilai tukar rupiah serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap situasi fiskal.

Perkiraan defisit anggaran hingga akhir Mei 2026 berada di kisaran 1,7 persen sampai 1,8 persen terhadap produk domestik bruto.

Posisi ini menunjukkan situasi fiskal dalam negeri masih sangat aman lantaran angkanya berada jauh di bawah batas defisit anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Kalau saya tidak salah hitung, sekitar 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau di situ, anggaran kami aman sekali," kata Purbaya kepada wartawan, Rabu (3/6).

Ungkapan itu sekaligus menanggapi pandangan sejumlah pelaku pasar yang menghubungkan pelemahan mata uang rupiah dengan situasi fiskal pemerintah.

Situasi anggaran saat ini justru memperlihatkan perbaikan dari bulan-bulan sebelumnya.

Selain angka defisit yang menyusut, catatan keseimbangan primer juga kembali bergerak positif pada Mei 2026.

Keseimbangan primer sendiri ialah selisih dari pendapatan dan belanja negara tanpa menghitung pembayaran bunga utang, yang sering dipakai sebagai alat ukur kesehatan fiskal.

"Di bulan Mei juga surplusnya, primary surplus-nya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April," ujar Purbaya.

Jika melihat dari sisi penerimaan negara, capaian pajak juga menunjukkan peningkatan yang berarti.

Penerimaan pajak hingga Mei 2026 mengalami pertumbuhan di atas 22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan itu dinilai sebagai bukti kalau beragam langkah pembenahan perpajakan yang dijalankan oleh pemerintah mulai memberikan hasil yang nyata.

"Dan pendapatan pajak kami lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih," katanya.

Pertumbuhan penerimaan pajak yang kokoh ini bakal memperlebar ruang fiskal bagi pemerintah sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Tudingan mengenai pemerintah menjalankan kebijakan fiskal secara gegabah atau tidak terencana juga dibantah.

Bermacam indikator fiskal saat ini justru memperlihatkan arah yang kian sehat.

"Jadi kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kami makin bagus. Nanti saya kasih tahu di APBN Kita," kata Purbaya.

Pemerintah dalam waktu dekat dijadwalkan bakal menerbitkan laporan realisasi anggaran untuk Mei 2026.

Data tersebut nantinya akan menjadi sorotan pasar guna memantau perkembangan fiskal dalam negeri di tengah dinamika keuangan global serta tekanan pada kurs rupiah.

Terkini