JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sardewa menampik penilaian yang menyebutkan bahwa penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diakibatkan oleh pengelolaan anggaran negara yang tidak terarah. Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Mei 2026 justru dinyatakan memperlihatkan capaian yang semakin positif.
Meskipun rincian angka teranyar baru akan disajikan pada rilis resmi pekan mendatang, capaian sektor keuangan pada Mei dipastikan mencatat grafik kenaikan dibanding bulan April.
"Nanti kami ketemu kapan? Minggu depannya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kami. Itu bulan Mei membaik dibanding bulan April,” kata Purbaya kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.
Catatan kekurangan kas negara sepanjang lima bulan perdana pada tahun ini berada di kisaran 0,7 persen dari produk domestik bruto.
Apabila jumlah itu dikalkulasikan secara konstan sampai penutupan tahun, proyeksi defisit diperkirakan bertahan pada level 1,7 persen hingga 1,8 persen terhadap produk domestik bruto.
“Kalau saya kasih bocoran, defisitnya tinggal 0,7 dalam lima bulan. Kalau dihitung secara tahunan, kira-kira 1,7%-1,8% dari PDB. Jadi dari situ anggaran kami aman sekali,” ujarnya.
Otoritas keuangan juga mencatat bahwa posisi surplus primer kembali bergerak ke area positif sepanjang Mei dengan nilai yang melampaui raihan bulan lalu.
Situasi ini mengindikasikan bahwa total pemasukan kas negara di luar kewajiban bunga utang masih sangat mencukupi untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah.
Meninjau sektor pemasukan, setoran wajib pajak memperlihatkan grafik yang terus menanjak naik. Sampai periode Mei, perolehan dana dari sektor pajak melonjak di atas 22 persen jika disandingkan dengan kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.
“Pendapatan pajak kami lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22% lebih,” ujar dia.
Lonjakan performa ini menjadi bukti bahwa langkah pembenahan sistem perpajakan yang digulirkan oleh pemerintah mulai mendatangkan dampak riil bagi penambahan pundi-pundi negara.
"Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kami amat aman,” ujarnya.
Oleh karena itu, anggapan yang menyatakan bahwa skema keuangan negara menjadi faktor penekan pergerakan nilai tukar rupiah dinilai tidak berdasar.
"Kalau ada isu pemerintah kebijakannya ngaur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kami makin bagus,” kata Purbaya.
Pihak kementerian berjanji akan menjabarkan seluruh rincian perkembangan kas negara secara transparan dalam publikasi resmi pada pekan depan.
Seluruh data itu diyakini bakal membuktikan bahwa fondasi keuangan negara jauh lebih kokoh dibandingkan dengan spekulasi negatif yang beredar di tengah publik saat ini.