JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi akan melanjutkan fase penguatan dengan mengejar target kisaran area 6.220 hingga 6.280 pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Pada akhir sesi perdagangan Selasa, 2 Juni 2026 kemarin, posisi indeks saham domestik sukses mendarat di zona hijau pada posisi 6.195,43 atau tumbuh sebesar 1,11 persen.
Walaupun mayoritas bursa saham di wilayah Asia mengalami pelemahan akibat ketidakpastian negosiasi politik dunia serta melesatnya harga minyak mentah, pasar modal dalam negeri tetap bergerak tangguh di zona positif sepanjang sesi.
Sektor energi menjadi motor penggerak utama dengan mencetak lonjakan tertinggi mencapai 1,61 persen, sedangkan sektor transportasi malah merosot paling dalam hingga 3,33 persen.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat sebesar 0,2 persen ke posisi Rp 17.830.
Sementara itu, data ekonomi berupa indeks PMI manufaktur melaju ke level 50 untuk jangka waktu Mei 2026 dari angka 49,1 pada April 2026, di mana pencapaian ini di atas estimasi pasar sebesar 49,5.
Namun, catatan surplus pada neraca perdagangan menyusut ke angka US$ 0,09 miliar dari capaian bulan Maret 2026 yang sebesar US$ 3,32 miliar.
Pada sisi lain, angka inflasi tahunan merangkak naik ke level 3,08 persen pada Mei 2026 jika disandingkan dengan periode April 2026 yang berada di angka 2,42 persen.
Melihat dari indikator grafik tren pergerakan, kondisi bursa saham dinilai mampu bertahan di atas garis rata-rata lima hari.
Penurunan diagram negatif yang terus berjalan berbarengan dengan indikator teknikal yang mengarah ke area tengah membuat pasar saham berpotensi besar melanjutkan reli kenaikan menuju target 6.220 sampai 6.280.
Dari proyeksi riset pasar yang berbeda, tren penguatan bursa saham dalam negeri diperkirakan berpotensi mengejar target rentang 6.362 hingga 6.484, dengan area batas bawah terdekat di kisaran 5.899 sampai 6.080.
Untuk menunjang aktivitas investasi pada hari Rabu, 3 Juni 2026, terdapat sejumlah saham pilihan yang direkomendasikan bagi investor untuk perdagangan jangka pendek yaitu kode saham BRPT, IMPC, INCO, serta KLBF.