Kenaikan BI Rate 5,25 Persen Jadi Peluang Manis bagi Sektor Urun Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 16:07:55 WIB
Ilustrasi bi rate(sumber foto: NET)

JAKARTA - Pelaku industri urun dana memandang prospek bisnis mereka secara positif dan penuh rasa optimistis di tengah kebijakan penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate. Kebijakan peningkatan suku bunga yang kini menyentuh level 5,25 persen tersebut disadari membawa dampak pada preferensi masyarakat dalam menentukan instrumen investasi.

Secara alami, lonjakan pada suku bunga acuan ini memicu peningkatan daya tarik produk simpanan konvensional di perbankan seperti deposito.

Situasi tersebut tentu dapat memengaruhi kalkulasi dari para pemilik modal saat hendak menempatkan dana mereka pada instrumen tertentu.

Bagi penanam modal yang memiliki karakter konservatif, kenaikan pada BI Rate umumnya bakal memicu perubahan pada komposisi portofolio investasi mereka.

Kelompok investor ini memiliki kecenderungan untuk memindahkan kapital mereka menuju instrumen yang menawarkan keamanan serta stabilitas tinggi seperti tabungan perbankan.

Kendati situasi pasar berubah, sektor crowdfunding atau urun dana dipercaya akan tetap memikat hati para pemilik modal.

Alasan utamanya terletak pada potensi keuntungan yang ditawarkan oleh industri ini, di mana angkanya masih berada jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan saat ini.

Selisih perolehan laba antara instrumen urun dana dan perbankan konvensional memang terlihat cukup mencolok.

Keuntungan historis yang dihadirkan oleh para penerbit urun dana berada di kisaran angka 10 persen hingga 20 persen dalam satu tahun.

Sementara itu, rata-rata tingkat bunga untuk deposito perbankan sekarang ini masih berada di level 4 persen sampai 5 persen saja.

Adanya yield premium atau margin keuntungan yang lebar ini menjadikan skema investasi urun dana tetap menjadi opsi yang sangat memikat untuk para pemilik kapital.

Lebarnya jarak keuntungan ini dinilai sebagai kompensasi yang sepadan atas risiko investasi yang diambil oleh penanam modal, yang dikenal dengan istilah risk-adjusted return.

Untuk menghadapi era tren suku bunga yang tinggi ini, platform urun dana dituntut mengeksekusi beragam strategi jitu.

Langkah taktis tersebut diperlukan agar gairah investasi di pasar tetap terjaga dan para pemodal tetap setia menempatkan kapital mereka pada sektor ini.

Satu di antara langkah krusial yang harus diambil adalah memastikan tiap badan usaha yang melepas efeknya mampu menyodorkan estimasi profit yang kompetitif.

Proyeksi keuntungan tersebut harus dipastikan konsisten berada di atas bunga simpanan bank agar tetap menjadi magnet pemikat bagi para pemilik dana.

Sistem instrumen efek bersifat utang pada skema urun dana ini pun memiliki sejumlah keunggulan tersendiri.

Produk ini menjanjikan kepastian mengenai besaran kupon atau imbalan yang akan diterima oleh penanam modal semenjak awal kerja sama.

Selain itu, terdapat kejelasan mengenai masa tenor investasi beserta batas tertinggi pengembalian modal yang dapat diukur secara pasti.

Indikator yang serbaterbuka ini menyajikan rasa aman yang lebih bagi para penanam modal di tengah situasi ekonomi makro yang dinamis.

Daya tarik instrumen surat utang dalam ekosistem urun dana ini tergolong sangat kuat, khususnya ketika terjadi pergerakan naik pada BI Rate.

Segala bentuk kepastian tersebut amat dinantikan oleh para investor yang bermaksud memproteksi portofolio mereka lewat target keuntungan yang terukur.

Para pemodal di dalam platform ini pun pada kenyataannya telah meraup keuntungan yang melampaui performa produk perbankan.

Sejumlah badan usaha yang sukses menghimpun dana terbukti berhasil mendistribusikan keuntungan kepada para pemilik modal.

Satu contoh nyatanya dapat dilihat dari PT Fitnessplus Usaha Bersama, sebuah emiten efek saham yang sukses membagikan hak dividen.

Tingkat yield yang dicatatkan oleh korporasi kebugaran tersebut menyentuh angka 14,22 persen per tahun, sebuah capaian yang sangat kompetitif di industri pasar modal.

Di bawah ini adalah ringkasan performa nilai dividen dari sejumlah sektor bisnis yang melantai pada platform:

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Bisnis Sama Sama Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 15,14 persen

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Fitnessplus Usaha Bersama Sektor Bisnis: Kesehatan & Kebugaran Dividen Yield per Tahun: 14,22 persen

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Santhai Indonesia Gancit Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 13,35 persen

Melalui data tersebut, terlihat jelas bahwa sektor kuliner atau makanan dan minuman serta sektor gaya hidup masih menjadi roda penggerak profit yang konsisten. Hasil positif tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat tingkat kepercayaan dari para pemodal terhadap sistem bisnis urun dana ke depannya.

Bukan hanya sekadar memperoleh pembagian dividen secara berkala, para investor juga memiliki kesempatan memanen untung dari kenaikan nilai aset atau capital gain.

Kesempatan meraih keuntungan tambahan tersebut diakomodasi melalui fasilitas pasar sekunder yang dihadirkan platform bagi para anggotanya.

Pasar sekunder ini dijadwalkan beroperasi secara berkala, tepatnya tiga bulan sekali dengan rentang waktu perdagangan selama sepuluh hari kerja.

Lewat keberadaan pasar ini, para pelaku investasi dapat melakukan aktivitas jual-beli efek yang mereka punyai secara dinamis sekaligus transparan.

Minat dari para pemodal terhadap pemanfaatan pasar sekunder ini juga tergolong sangat tinggi jika merujuk pada catatan data dari periode terdahulu.

Berdasarkan data, pada tahun 2025 yang lalu, akumulasi nilai transaksi yang bergulir di pasar sekunder berhasil menembus nominal di atas Rp 1,5 miliar.

Bila dihitung menyeluruh, platform ini sukses mencatatkan total perolehan dana yang melimpah sepanjang tahun 2025, yakni menembus angka Rp 233 miliar.

Capaian nominal tersebut menjadi modal berharga bagi keyakinan bahwa industri Securities Crowdfunding akan melangkah ke fase konsolidasi yang solid pada tahun 2026 ini.

Mengamati arah tren positif yang tengah berjalan, masa depan bisnis urun dana diproyeksikan akan tetap benderang di sepanjang tahun ini.

Meski dibayangi tantangan dari pergerakan suku bunga, aspek inovasi serta keterbukaan yield dipercaya dapat terus menjaga laju pertumbuhan industri ini secara kontinu.

Terkini