Proyeksi IHSG Hari Ini Rawan Melemah setelah Pola Lower High

Selasa, 02 Juni 2026 | 11:07:42 WIB
Ilustrasi indeks saham (sumber foto: NET)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan mengalami pelemahan pada perdagangan hari Selasa, 2 Juni 2026.

Laju indeks saham diperkirakan masih rentan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini dengan area support krusial yang patut dipantau berada di posisi 5.899.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 5.899," ujar salah satu analis dalam riset hariannya.

Melihat adanya sentimen tersebut, pergerakan indeks saham diproyeksikan bakal bergerak pada rentang support 5.996 sampai 5.899.

Sementara untuk rentang resistance diperkirakan berada di angka 6.318 hingga 6.459.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada hari ini adalah DEWA, UNTR, UNVR, NCKL, dan XBSK.

Di sisi lain, analis lain memproyeksikan indeks saham masih berada di bawah tekanan usai membentuk pola lower high serta lower low selama beberapa hari terakhir.

"Jika IHSG menembus support 6.053, pelemahan berpotensi berlanjut hingga di bawah 5.911. Dalam kondisi ini, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah wait and see atau speculative buy secara terbatas," ujarnya.

Laju indeks saham pada hari ini diprediksi berada pada tingkatan level support sebagai berikut:

6.053

5.911

5.673

5.439

Sedangkan untuk rentang level resistance diproyeksikan berada di angka:

6.459

6.587

6.787

7.001

Untuk saham-saham yang direkomendasikan agar dipantau lebih lanjut meliputi ASII dan BBRI.

Indeks saham sebelumnya ditutup pada level 6.180 pada Jumat, 29 Mei 2026 sore, usai mencatatkan penguatan sebesar 50,61 poin atau mengalami kenaikan 0,83 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Aktivitas investor tercatat melakukan transaksi mencapai Rp35,42 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 45,97 miliar lembar saham.

Pada momen penutupan pekan lalu tersebut, tercatat sebanyak 409 saham mengalami koreksi, 271 saham bergerak menguat, serta 137 saham lainnya ditutup stagnan.

Terkini