Kenaikan BI Rate Jadi Peluang Industri Urun Dana Gaet Investor 2026

Selasa, 02 Juni 2026 | 11:07:42 WIB
Ilustrasi bi rate(sumber foto: NET)

JAKARTA - Pelaku industri urun dana menyatakan optimisme yang tinggi terhadap prospek bisnis mereka meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate mengalami kenaikan. Peningkatan suku bunga yang menyentuh angka 5,25 persen tersebut diakui memberikan pengaruh terhadap arah pilihan investasi masyarakat secara umum.

Secara natural, lompatan suku bunga ini bakal memperkuat daya tarik imbal hasil dari produk perbankan konvensional, seperti deposito.

Kondisi tersebut memiliki potensi untuk memengaruhi pertimbangan para pemegang modal dalam menaruh dana mereka pada instrumen keuangan tertentu.

Bagi para pemodal dengan profil risiko konservatif, kenaikan BI Rate biasanya akan mendorong terjadinya pergeseran portofolio investasi.

Kelompok pemodal tersebut cenderung mengalihkan dana mereka pada instrumen yang dinilai lebih aman serta stabil layaknya produk perbankan.

Kendati demikian, sektor urun dana atau crowdfunding diyakini akan tetap menjadi magnet bagi para pemilik modal.

Faktor pemicu utamanya karena potensi imbal hasil yang disajikan oleh industri ini masih berada jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan saat ini.

Perbandingan angka keuntungan yang cukup mencolok terlihat antara sektor urun dana dan perbankan konvensional.

Imbal hasil historis dari pihak penerbit urun dana berada pada rentang 10 persen sampai 20 persen per tahun.

Rata-rata suku bunga deposito perbankan saat ini masih tertahan pada kisaran 4 persen hingga 5 persen saja.

Keberadaan selisih keuntungan atau yield premium yang tergolong besar ini membuat skema urun dana tetap menjadi pilihan memikat bagi pemilik modal.

Besarnya selisih imbal hasil ini dipandang sebagai bentuk kompensasi yang sepadan bagi investor atas risiko yang diambil, atau biasa disebut risk-adjusted return dalam aktivitas investasi.

Dalam melewati tren suku bunga tinggi, platform urun dana perlu menerapkan berbagai langkah strategis.

Strategi tersebut bertujuan agar iklim investasi tetap bergairah dan pemodal tetap loyal menanamkan kapitalnya di sektor ini.

Langkah krusialnya adalah memastikan setiap badan usaha yang melantai di platform dapat menyajikan proyeksi keuntungan yang kompetitif.

Proyeksi keuntungan itu wajib konsisten berada di atas bunga bank konvensional agar mampu menjadi daya tarik utama bagi para pemodal.

Mekanisme instrumen surat utang dalam skema urun dana memiliki beberapa keunggulan utama.

Instrumen ini menawarkan kepastian nilai kupon atau bunga yang bakal didapatkan oleh pemodal sejak awal perjanjian.

Terdapat kejelasan terkait tenor atau jangka waktu investasi serta batas atas pengembalian modal yang terukur secara jelas.

Indikator yang transparan tersebut memberikan rasa aman ekstra bagi para pemodal di tengah dinamika ekonomi makro.

Instrumen surat utang dalam skema urun dana mempunyai daya tarik yang sangat kuat, terutama ketika terjadi lonjakan suku bunga BI.

Berbagai kepastian tersebut sangat diperlukan oleh penanam modal yang ingin mengamankan portofolio mereka dengan target keuntungan yang pasti.

Para investor di platform pun sudah menikmati imbal hasil yang melewati performa produk perbankan.

Beberapa badan usaha yang telah berhasil menggalang dana terbukti sukses membagikan keuntungan kepada para pemodal.

Salah satu contoh konkretnya adalah PT Fitnessplus Usaha Bersama, sebuah emiten efek saham yang berhasil membagikan dividen.

Yield yang dibukukan oleh perusahaan kebugaran tersebut menyentuh angka 14,22 persen per tahun, sebuah nilai yang sangat kompetitif di pasar modal.

Berikut adalah ringkasan performa dividen dari beberapa sektor bisnis yang melantai di platform:

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Bisnis Sama Sama Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 15,14%

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Fitnessplus Usaha Bersama Sektor Bisnis: Kesehatan & Kebugaran Dividen Yield per Tahun: 14,22%

Nama Penerbit/Perusahaan: PT Santhai Indonesia Gancit Sektor Bisnis: F&B / Makanan & Minuman Dividen Yield per Tahun: 13,35%

Data tersebut memperlihatkan bahwa sektor makanan dan minuman atau F&B serta gaya hidup masih menjadi motor penggerak keuntungan yang stabil. Kinerja positif ini diharapkan dapat terus menebalkan tingkat kepercayaan pemodal terhadap model bisnis urun dana di masa depan.

Di samping memperoleh dividen secara berkala, para pemodal juga berpeluang mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset atau capital gain.

Peluang keuntungan tersebut difasilitasi lewat mekanisme pasar sekunder yang disediakan oleh platform untuk para penggunanya.

Pasar sekunder ini direncanakan buka secara periodik, yaitu setiap tiga bulan sekali dengan durasi perdagangan selama sepuluh hari kerja.

Melalui fasilitas pasar ini, penanam modal dapat mengeksekusi transaksi jual-beli efek yang mereka miliki secara fleksibel serta transparan.

Ketertarikan para pemodal terhadap keberadaan pasar sekunder ini juga terhitung cukup masif jika mengacu pada data historis periode sebelumnya.

Tercatat bahwa pada tahun 2025 saja, total nilai transaksi yang terjadi di pasar sekunder sukses menembus angka di atas Rp 1,5 miliar.

Secara keseluruhan, platform berhasil membukukan total penghimpunan dana yang sangat besar sepanjang tahun 2025, yaitu menyentuh Rp 233 billion atau Rp 233 miliar.

Pencapaian angka tersebut menjadi landasan keyakinan bahwa industri Securities Crowdfunding atau SCF akan memasuki fase konsolidasi yang kokoh pada tahun 2026 ini.

Melihat tren positif yang berjalan, prospek bisnis urun dana disimpulkan akan tetap cerah di sepanjang tahun berjalan ini.

Walaupun tantangan dari dinamika suku bunga membayangi, inovasi serta transparansi yield diyakini mampu menjaga pertumbuhan industri ini secara berkelanjutan.

Terkini