Strategi Bank BTN Dorong Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Miskin

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:59:05 WIB
Ilustrasi kpr subsidi (sumber foto: NET)

JAKARTA - Langkah strategis dalam memacu penyaluran pembiayaan tempat tinggal terus digenjot melalui dua metode utama. Fokus perbankan diarahkan pada penyediaan program Kredit Pemilikan Rumah subsidi dan sokongan pembangunan hunian mandiri bagi kalangan berpendapatan terbatas.

Penyaluran pembiayaan tersebut dilaporkan telah berhasil menyentuh angka hingga 6 juta unit. Target dari penyaluran dana ini difokuskan kepada kelompok masyarakat yang berada pada kategori desil 3 atau golongan hampir miskin.

"Kalau desil 3, KPR subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program,"

Skema KPR subsidi dirancang dengan menerapkan aturan batas maksimal pendapatan para pemohon agar penyaluran fasilitas ini dapat menyasar target kelompok masyarakat berpenghasilan rendah secara tepat. Di sisi lain, golongan masyarakat yang berada pada posisi desil 1 dan 2 karena dinilai belum mampu mengakses pinjaman perbankan akan memperoleh dukungan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah membuat program KPR subsidi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka yang paling sulit tinggal desil 1-2, sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR,"

Pelaksanaan program bantuan stimulan rumah swadaya tersebut diproyeksikan mampu menjangkau kurang lebih 400.000 kepala keluarga di berbagai penjuru tanah air. Bukan hanya itu, pihak pembuat kebijakan kini tengah melakukan analisis mendalam terkait rencana perpanjangan masa pinjaman KPR hingga kurun waktu 40 tahun demi meluaskan akses bagi kalangan berpenghasilan rendah.

"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR,"

Selain berfokus pada sisi permodalan hunian, operasional perbankan turut memperkuat sektor digitalisasi guna menjangkau lapisan masyarakat yang selama ini belum tersentuh produk bank. Upaya ini ditempuh mengingat persentase pemakaian perangkat telepon pintar di tanah air kini terpantau jauh lebih besar daripada jumlah kepemilikan rekening tabungan resmi.

"Kami buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi handphone (HP) lebih banyak dibanding penetrasi account,"

Walau masa operasional lembaga perbankan ini telah melewati waktu di atas 70 tahun, angka pembiayaan KPR yang tersalurkan baru berada di kisaran 6 jutaan unit. Keadaan ini berbanding terbalik dengan performa aplikasi perbankan digital milik korporasi yang mampu menggaet hingga 5 juta pengguna baru dalam rentang waktu di bawah tiga tahun saja.

“Jumlah KPR di-takeover user mobile. Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah, itu cara kami akses unbanked,”

Terkini