JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak naik secara terbatas pada sesi perdagangan pasar spot hari Senin pagi.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah perbankan nasional menetapkan harga jual mata uang dolar AS dengan posisi paling tinggi menyentuh angka Rp17.870 per dolar AS.
Berdasarkan pencatatan data pasar komoditas, pada pukul 10.15 WIB mata uang garuda berada di level Rp17.716 per dolar AS.
Posisi mata uang domestik ini mengalami penguatan sebesar 1 poin atau setara 0,01 persen apabila dibandingkan dengan angka penutupan pada hari sebelumnya.
Pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan terus menguat sepanjang perdagangan hari ini dengan estimasi pergerakan berada di kisaran angka Rp17.600 sampai Rp17.750 per dolar AS.
Dorongan positif bagi mata uang dalam negeri ini dipengaruhi oleh ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah sekaligus melandainya harga minyak mentah global.
Koreksi pada harga minyak mentah dunia tersebut terjadi setelah adanya pernyataan bahwa proses negosiasi dengan pihak Iran berlangsung secara konstruktif.
Situasi global yang cenderung kondusif ini memicu para pelaku pasar untuk kembali mengalokasikan modal mereka ke dalam aset-aset yang memiliki risiko tinggi, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dollar AS. Range Rp 17.600-17.750," ujarnya.
Dari sisi domestik, atmosfer pasar keuangan juga memperlihatkan sinyal pemulihan yang cukup baik.
Pada penutupan perdagangan hari Jumat yang lalu, pergerakan indeks pasar saham dalam negeri berhasil berakhir di zona hijau.
Kendati demikian, potensi tekanan eksternal terhadap stabilitas mata uang garuda dinilai masih tetap membayangi perkembangan pasar ke depan.
Faktor penekan ini muncul setelah laporan berkala mengenai neraca transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit yang cukup dalam, dengan nilai mencapai 4 miliar dolar AS pada Triwulan I 2026.
Kondisi defisit pada transaksi berjalan ini mengindikasikan bahwa volume devisa yang mengalir keluar dari dalam negeri untuk keperluan impor, pembiayaan jasa, serta transfer pendapatan nominalnya masih lebih tinggi ketimbang devisa masuk dari sektor ekspor maupun investasi.
Sementara itu, apabila merujuk pada acuan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor pada hari Jumat sebelumnya, posisi rupiah berada di level Rp17.717 per dolar AS.
Kondisi pergerakan tersebut menunjukkan pelemahan jika dibandingkan dengan perdagangan hari Kamis terdahulu yang sempat bertengger pada posisi Rp17.673 per dolar AS.
Untuk pergerakan kurs pada jajaran perbankan skala besar di tanah air, salah satunya menetapkan posisi kurs jual pada nominal Rp17.870 per dolar AS.
Ketentuan kurs jual ini bermakna sebagai sebuah level harga yang digunakan oleh pihak perbankan ketika melepas mata uang dolar AS kepada para nasabah.
Berikut ini merupakan rincian pergerakan nilai tukar rupiah yang berlaku di beberapa perbankan nasional hari ini:
BRI menerapkan harga jual sebesar 17.870 dan harga beli senilai 17.570
BTN menerapkan harga jual sebesar 17.845 dan harga beli senilai 17.595
Bank Mandiri menerapkan harga jual sebesar 17.810 dan harga beli senilai 17.510
BNI menerapkan harga jual sebesar 17.800 dan harga beli senilai 17.660
CIMB Niaga menerapkan harga jual sebesar 17.772 dan harga beli senilai 17.525
BCA menerapkan harga jual sebesar 17.740 dan harga beli senilai 17.490
Bank Permata menerapkan harga jual sebesar 17.510 dan harga beli senilai 17.330