JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyelesaikan sesi perdagangan sebelumnya pada akhir pekan lalu dengan hinggap di zona merah, usai merosot sebesar 8,35 persen menuju ke posisi 6.162.
Kondisi tersebut membawa IHSG mengakhiri aktivitas pasar saham dalam periode sepekan terakhir dengan riwayat yang nyaris mendekati titik paling rendahnya di angka 5.966.
Di sisi lain, titik paling tinggi sempat diraih dalam waktu singkat pada posisi 6.635 yang berlangsung ketika pasar baru dibuka pada Senin pagi.
Bidang transportasi, komoditas barang baku, serta sektor energi menjadi pemicu paling dominan yang menyeret sekaligus mengakibatkan penurunan pada IHSG.
Tiap-tiap bidang tersebut mendapatkan tekanan yang cukup besar masing-masing senilai 19,18 persen, 16,31 persen, dan 13,68 persen selama masa perdagangan satu minggu.
Jumlah aktivitas pasar yang didominasi oleh pelepasan saham dilaporkan menyentuh angka 195,29 miliar lembar saham di sepanjang periode transaksi, dengan raihan nilai total perputaran modal sebesar Rp108,93 triliun.
Aktivitas jual beli tersebut juga terpantau abadi di dalam catatan sistem sebanyak 11,96 juta kali transaksi perputaran.
Kendati arah pergerakan IHSG saat ini tengah mengalami kemerosotan di zona merah, masih ada deretan emiten saham potensial dan komoditas pilihan yang terbilang prospektif untuk dicermati.
Khususnya bagi barisan kelompok saham yang tengah berada dalam tren naik atau kondisi bullish sebagai bahan pertimbangan pada hari ini.
Berikut merupakan daftar pilihan saham untuk hari ini yang dikumpulkan dari rangkuman pergerakan beberapa perusahaan efek.
BRI Danareksa Sekuritas:
CPIN
HRTA
ESSA
BNI Sekuritas:
BBNI
TLKM
JPFA
SUPA
EMTK
SCMA
Philip Sekuritas:
MBSS
PKPK
Phintraco Sekuritas:
UNVR
BBRI
ESSA
WIFI
MBMA
ADRO
MNC Sekuritas:
ASII
HRUM
ISAT
PSAB
CGS International Sekuritas:
EXCL
MYOR
HRTA
CPIN
MAPI
TINS
Panin Sekuritas:
IMPC
NCKL
PTRO
Mirae Asset Sekuritas:
AKRA
BBTN
INCO