Penerimaan Pajak RI Tembus Rp646,3 Triliun hingga April 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:40:37 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Realisasi perolehan pajak secara nasional sampai dengan 30 April 2026 telah menyentuh nominal Rp646,3 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 16,1 persen bila disandingkan dengan perolehan pada masa yang sama di tahun sebelumnya yang menyentuh Rp556,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menjabarkan data tersebut saat melangsungkan konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 pada Selasa (19/5/2026).

Peningkatan laba ini menjadi petunjuk bahwa roda ekonomi di dalam negeri masih berjalan dengan sangat bertenaga, kendati kondisi perekonomian global saat ini tengah dihadapkan pada beragam tekanan berat.

“Pajak tumbuh 16,1 persen dan mungkin akan lebih tinggi lagi, mungkin mendekati 20 persen. Artinya kami akan usahakan ke arah sana. Ini jelas prospeknya lebih bagus dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Sektor pajak pertambahan nilai (PPN) beserta pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menjadi hulu lonjakan paling masif.

Nilai realisasinya berhasil menginjak Rp221,2 triliun, atau melonjak hingga 40,2 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu.

Akselerasi yang sangat tinggi di sektor ini menggambarkan melimpahnya tingkat konsumsi warga sekaligus aktivitas niaga yang tetap bergairah saat ini.

“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi memang masih tinggi, karena belanja dan segalanya masih tinggi,” tuturnya.

Tren pertumbuhan yang positif ini secara otomatis membantah spekulasi terkait adanya penurunan performa ekonomi domestik secara drastis seperti yang pernah terjadi di masa silam.

“Ini semua mematahkan tuduhan bahwa ekonomi sedang melambat dengan signifikan,” ujarnya.

Pendapatan dari lini pajak penghasilan (PPh) orang pribadi dan PPh Pasal 21 pun ikut terkerek naik 25,1 persen dengan total himpunan dana mencapai Rp101,1 triliun.

Hasil positif ini mencerminkan situasi upah para pekerja serta bidang ketenagakerjaan secara umum masih berada dalam status yang kokoh.

Di sisi lain, setoran yang berasal dari PPh badan beserta depositnya terpantau menyentuh angka Rp135,2 triliun, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 5,1 persen.

“Pos ini masih punya ruang pertumbuhan yang cukup besar,” ucapnya.

Jika ditinjau dari pembagian sektornya, industri pengolahan menjadi salah satu roda penggerak paling utama lewat sumbangan bersih senilai Rp145,3 triliun, atau memegang andil 22,5 persen dari total penerimaan keseluruhan.

Lini subsektor minyak kelapa sawit menjadi pemicu utama seiring dengan naiknya keuntungan perusahaan-perusahaan kelapa sawit belakangan ini.

Sektor perdagangan bertengger di posisi teratas sebagai penyumbang terbesar melalui setoran senilai Rp161 triliun atau setara dengan porsi 24,9 persen.

Pertumbuhan pesat pada sektor tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas transaksi bahan bakar minyak (BBM) serta masifnya perdagangan via e-commerce.

Pada sektor pertambangan, kontribusi dana yang masuk tercatat sebesar Rp56,7 triliun atau berada di angka 8,8 persen yang didominasi oleh subsektor migas.

Sementara itu, bidang konstruksi beserta real estat menyumbang nominal Rp24,2 triliun dengan porsi andil sebesar 3,7 persen.

Rasa optimis yang tinggi terus dijaga agar arah pertumbuhan dari perolehan pajak ini dapat terus dipertahankan secara stabil hingga paruh kedua tahun ini berjalan.

Aspek konsumsi dalam negeri serta ekspansi digitalisasi ekonomi diprediksi menjadi tiang utama dalam menjaga keseimbangan pendapatan negara sepanjang tahun 2026.

Berikut adalah rincian capaian performa pajak hingga April 2026:

Penerimaan Pajak April 2026:

Total penerimaan pajak: Realisasi Rp646,3 triliun dengan pertumbuhan 16,1 persen

PPN dan PPnBM: Realisasi Rp221,2 triliun dengan pertumbuhan 40,2 persen

PPh Badan: Realisasi Rp135,2 triliun dengan pertumbuhan 5,1 persen

PPh Orang Pribadi dan PPh 21: Realisasi Rp101,1 triliun dengan pertumbuhan 25,1 persen

PPh Final, PPh 22, PPh 26: Realisasi Rp109,1 triliun dengan pertumbuhan 9,8 persen

Pajak lainnya: Realisasi Rp79,7 triliun dengan pertumbuhan -12 persen

Kontributor Pajak Terbesar:

Sektor Perdagangan: Realisasi neto Rp161 triliun dengan kontribusi 24,9 persen

Sektor Industri pengolahan: Realisasi neto Rp145,3 triliun dengan kontribusi 22,5 persen

Sektor Pertambangan: Realisasi neto Rp56,7 triliun dengan kontribusi 8,8 persen

Sektor Konstruksi dan real estat: Realisasi neto Rp24,2 triliun dengan kontribusi 3,7 persen

Terkini