Bank BSN Rilis KPR Bundling Emas, Solusi Rumah dan Investasi Likuid

Jumat, 08 Mei 2026 | 15:25:10 WIB
Ilustrasi Bank BSN Luncurkan KPR Bundling Emas, (NET)

JAKARTA - PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperkenalkan terobosan baru dalam pembiayaan hunian lewat produk bundling Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dipadukan dengan emas. Mekanisme ini disiapkan guna memberi keuntungan lebih bagi nasabah, khususnya dalam menjamin ketahanan finansial keluarga untuk jangka panjang.

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, memaparkan bahwa pembiayaan perumahan saat ini tidak cuma fokus pada kepemilikan bangunan, melainkan juga harus menyentuh proteksi keuangan yang menyeluruh.

“Melalui bundling KPR dan emas, narasi yang kami bangun adalah nasabah memiliki rumah sekaligus aset likuid. Jadi, selain menjaga jiwa dan keturunan, Bank BSN juga menjaga keamanan finansial keluarga.

 Hal ini sejalan dengan visi perseroan menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah,” ungkap Mochamad Yut Penta dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

Lewat penggabungan ini, nasabah bukan saja mendapatkan rumah sebagai aset tetap, tetapi juga memiliki emas yang dikenal sebagai instrumen investasi yang mudah diuangkan. Emas dapat dijual kapan saja sehingga dianggap mampu menyokong keperluan mendesak atau mempertahankan kemampuan belanja masyarakat.

Mochamad Yut Penta menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan nilai-nilai Maqasid Syariah, yang tidak hanya mengedepankan kepemilikan aset, namun juga proteksi terhadap keberlanjutan hidup dan kemakmuran keluarga.

“KPR kami memiliki sifat margin yang flat (pasti), tetapi emas itu sangat likuid, bisa dijual kapan saja ketika nasabah membutuhkan,” jelasnya.

Berdasarkan penilaian Mochamad Yut Penta, tren investasi emas terus menunjukkan peningkatan karena dianggap sebagai instrumen yang aman di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif. 

Strategi memadukan KPR dengan emas ini dinilai sangat tepat dengan profil nasabah BSN yang mayoritas berasal dari kalangan muda. Data internal menunjukkan sebanyak 85 persen nasabah berada di usia 25 sampai 40 tahun.

“Jadi kami tidak membuat program ini untuk menyasar segmen yang baru, tidak. Segmen yang ada sekarang ini 85 persen adalah milenial. Ini adalah umur di mana mereka mulai memikirkan masa depannya dan memiliki literasi keuangan yang relatif lebih baik. Kami pandang program ini sangat cocok buat mereka,” tutur Mochamad Yut Penta.

Mochamad Yut Penta menambahkan, kelompok milenial umumnya sudah memiliki perencanaan untuk punya rumah sendiri sembari melirik instrumen investasi yang fleksibel.

 Program bundling ini terbuka secara luas. Selain bagi nasabah baru, nasabah lama yang sudah mengambil KPR di BSN juga dapat menggunakan fitur cicilan emas untuk keperluan diversifikasi aset.

Fasilitas cicil emas ini bisa diakses melalui aplikasi super apps Bale Syariah, yang mana pihak bank mencatatkan adanya pertumbuhan pesat pada angka transaksi booking.

Terkini