Nasib Saham GOTO yang Terpaku di Level Gocap Saat IHSG Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06:09 WIB
ilustrasi saham goto

JAKARTA – Pergerakan indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pemandangan yang cukup kontras pada pertengahan pekan ini.

Kondisi tersebut terlihat jelas dari posisi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang nampak kesulitan beranjak dari zona terendahnya.

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencoba mendaki, saham GOTO justru terpaku di level psikologis Rp 50 per saham.

Fenomena ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat GOTO sempat mencoba melakukan perlawanan harga pada awal pembukaan perdagangan.

"GOTO pada awal perdagangan sempat menguat 2% ke harga Rp 51 per saham," tulis Andi Hidayat, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Rabu (06/05).

Kenaikan tipis di awal sesi tersebut ternyata tidak bertahan lama sebelum akhirnya tekanan jual membawa harga kembali ke level dasar.

Hingga lonceng penutupan sesi I berbunyi, saham teknologi ini hanya mampu bergerak stagnan di angka gocap tanpa ada dorongan yang berarti.

Padahal, secara keseluruhan atmosfer pasar modal Indonesia sedang berada dalam tren positif dengan mayoritas saham yang menghijau.

Andi Hidayat mencatat bahwa tak berselang lama dari pembukaan, saham GOTO bergerak stagnan di harga Rp 50 per saham hingga akhir sesi I perdagangan hari ini menurut sumber tersebut.

Hal ini menunjukkan adanya tembok tebal yang menahan laju pemulihan harga saham emiten teknologi terbesar di tanah air tersebut.

Jika melihat data transaksi dari RTI Business, volume perdagangan yang tercatat sebenarnya tergolong sangat masif untuk ukuran saham gocap.

Keaktifan para trader di saham ini menunjukkan bahwa minat beli dan jual tetap tinggi meskipun harganya tidak bergerak ke mana-mana.

Tercatat volume perdagangan GOTO sebanyak 3,12 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 156,20 miliar sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (06/05).

Nilai transaksi yang mencapai ratusan miliar tersebut sayangnya belum cukup kuat untuk mengangkat harga keluar dari area Rp 50.

Selain itu, frekuensi perdagangan saham ini juga menjadi salah satu yang cukup padat di sepanjang lantai bursa hari ini.

"Sementara untuk frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 29.705 kali sepanjang sesi I hari ini," ungkap Andi Hidayat, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Rabu (06/05).

Angka-angka ini mencerminkan dinamika yang luar biasa di balik stagnasi harga yang terlihat membosankan di permukaan layar monitor.

Para investor tampaknya masih sangat berhati-hati dalam menempatkan posisi jangka panjang pada saham yang sedang tertekan ini.

Andi Hidayat berpendapat bahwa pergerakan saham GOTO sepanjang 2026 tercatat melemah hingga 21,88% menurut sumber tersebut.

Penurunan kumulatif yang cukup dalam sepanjang tahun berjalan ini tentu menjadi catatan merah bagi para pemegang saham ritel.

Sentimen negatif dari investor luar negeri juga disinyalir menjadi beban berat bagi pundak emiten yang bermarkas di Jakarta ini.

Derasnya aliran dana keluar dari kepemilikan asing terus membayangi pergerakan harga di pasar reguler setiap harinya.

Perseroan juga mencatat tren net foreign sell hingga Rp 1,87 triliun sepanjang tahun 2026 sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (06/05).

Aksi jual bersih oleh investor asing dalam skala triliunan rupiah ini tentu memberikan tekanan yang sangat signifikan bagi likuiditas pasar.

Ironisnya, kondisi terpuruknya GOTO ini justru terjadi saat pasar secara kolektif sedang menunjukkan optimisme yang sangat tinggi.

IHSG melaju dengan percaya diri dan berhasil menembus level psikologis baru di tengah sentimen global yang cukup stabil.

"Sementara itu, IHSG hingga sesi I perdagangan hari ini tercatat menguat 0,65% ke level 7.102,72," jelas Andi Hidayat, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Rabu (06/05).

Kekuatan indeks saham dalam negeri ini didorong oleh penguatan saham-saham blue chip lainnya yang berada di sektor berbeda.

Indeks sempat menyentuh titik tertingginya pada hari ini sebelum akhirnya sedikit melandai di akhir sesi pertama perdagangan siang.

Indeks saham Garuda ini sempat menguat pada level tertingginya pada posisi 7.127,71 menurut sumber tersebut.

Aktivitas perdagangan di bursa secara keseluruhan juga nampak sangat bergairah dengan nilai transaksi yang menembus angka dua digit.

Partisipasi investor di pasar modal seolah tidak terpengaruh oleh lesunya performa salah satu raksasa teknologi yang sedang berjuang ini.

"Sementara untuk volume perdagangan IHSG pada sesi I hari ini tercatat sebanyak 22,57 miliar dengan total nilai transaksi sebesar Rp 10,46 triliun," ujar Andi Hidayat, sebagaimana diberitakan oleh sumbernya, Rabu (06/05).

Banyaknya jumlah transaksi ini menandakan bahwa likuiditas di pasar modal Indonesia masih sangat terjaga dengan sangat baik.

Jumlah frekuensi transaksi secara total di bursa juga menunjukkan angka yang sangat fantastis di tengah penguatan indeks hari ini.

"Adapun total frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 1.492.796 kali," tulis Andi Hidayat, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (06/05).

Sejarah mencatat bahwa dominasi warna hijau di papan perdagangan bursa kali ini memang merata ke berbagai sektor industri.

Lebih dari tiga ratus emiten berhasil membukukan kenaikan harga yang menggembirakan bagi para investor yang memilikinya hari ini.

Andi Hidayat menginformasikan bahwa sebanyak 377 saham menguat, 240 saham melemah, dan 194 saham bergerak stagnan menurut sumber tersebut.

Data ini mempertegas bahwa tren pasar saat ini sebenarnya sedang berpihak pada kenaikan (bullish) bagi sebagian besar pelaku pasar.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, kinerja IHSG secara kumulatif pun masih menunjukkan grafik yang terus merangkak naik secara perlahan.

Pertumbuhan yang stabil ini memberikan napas lega bagi industri keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi yang kadang muncul tiba-tiba.

IHSG sepanjang perdagangan sebulan terakhir juga tercatat menguat 1,89% sebagaimana dilansir dari sumbernya, Rabu (06/05).

Namun, bagi GOTO, perjalanan untuk kembali ke harga yang lebih layak nampaknya masih memerlukan waktu dan katalis yang kuat.

Harga gocap seringkali dianggap sebagai level kritis bagi saham-saham yang pernah berjaya di masa penawaran umum perdana mereka.

Para pengamat pasar kini terus memantau apakah saham ini akan mampu menembus resistensi psikologis di angka Rp 50 ke depannya.

Stagnansi harga GOTO ini menjadi anomali yang menarik di tengah reli panjang yang sedang dinikmati oleh Indeks Harga Saham Gabungan.

Dengan nilai transaksi yang tetap jumbo, publik menanti apakah akan ada kejutan di sesi kedua perdagangan hari ini atau esok.

Keputusan para pemegang saham besar seperti Danantara pun kini mulai sering dikaitkan dengan pergerakan harga saham teknologi ini.

Semua mata kini tertuju pada kebijakan manajemen untuk membalikkan keadaan di tengah tren jual asing yang masih terus berlanjut.

Terkini