Nilai Investasi Perak Merosot Tajam Akibat Tekanan Pasar Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39:35 WIB
ilustrasi investasi perak

JAKARTA – Kondisi pasar logam mulia pada Selasa ini menunjukkan pergerakan yang cukup mengejutkan bagi para investor perak di berbagai wilayah.

Harga perak hari ini terpantau mengalami koreksi yang sangat tajam di seluruh lini perdagangan tanpa terkecuali.

Fenomena ini seolah menghapus harapan pemulihan yang sempat muncul pada sesi perdagangan sesaat setelah masa libur berakhir.

Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya tekanan aksi ambil untung di pasar global yang berdampak langsung pada harga fisik domestik.

Secara resmi, harga batangan perak kini telah menjauh dari angka psikologis 78 juta VND per kilogram.

Saat ini, nilai perdagangan berada di kisaran 75 hingga 76 juta VND per kilogram, yang merupakan level terendah dalam beberapa sesi terakhir.

Berdasarkan data terbaru, penurunan harga batangan perak mencapai angka 66.000 hingga 98.000 VND per tael atau ounce.

Merek perak Phu Quy 999 misalnya, kini mencatatkan harga beli di angka 2,760 juta VND dan harga jual di posisi 2,845 juta VND per ounce.

Jika dibandingkan dengan sesi sebelumnya, angka tersebut mencerminkan penurunan yang berkisar antara 91.000 hingga 94.000 VND per ounce.

Nasib serupa dialami oleh batangan perak Ancarat model 2024 yang juga harus menyesuaikan nilai jualnya menjadi 2,828 juta VND per tael.

Penurunan pada merek Ancarat ini tercatat sebesar 93.000 hingga 95.000 VND per tael, menjadikannya salah satu penurunan terdalam kedua hari ini.

Namun, rekor penurunan terdalam justru dipegang oleh merek ternama DOJI pada segmen perak batangan 99,9 persen.

Harga jual perak DOJI kini dipatok pada 2,855 juta VND per ounce, turun sekitar 98.000 VND dari posisi perdagangan kemarin.

Sementara itu, batangan perak Kim-Phuc-Loc SBJ dari Sacombank menunjukkan stabilitas yang sedikit lebih baik meski tetap terkoreksi.

Produk dari Sacombank tersebut mengalami penurunan seragam sebesar 66.000 VND untuk harga beli maupun harga jualnya.

Hal yang paling mencolok dalam pantauan pasar hari ini adalah anjloknya harga perak secara "vertikal" pada segmen batangan kilogram.

Rata-rata pengurangan harga di seluruh merek utama telah melebihi angka 2,5 juta VND per kilogram yang sangat signifikan.

Perak murni 999 secara umum mengalami penurunan hingga 2,613 juta VND per kilogram untuk harga jual kepada konsumen.

Kondisi ini membawa harga perdagangan jatuh ke kisaran 73,599 juta hingga 75,866 juta VND per kilogram.

Khusus untuk DOJI, penurunan kumulatif pada batangan perak mereka bahkan menyentuh angka lebih dari 5,1 juta VND per kilogram dibandingkan sesi sebelumnya.

"Batangan perak murni 99,9% DOJI mengalami penurunan sebesar 2,533 juta VND/kg di sisi pembelian dan 2,613 juta VND/kg di sisi penjualan," menurut sumber tersebut.

Harga beli DOJI kini tercatat di level 73,333 juta VND, sementara harga jualnya berada pada posisi 76,133 juta VND per kilogram.

Ancarat edisi 2025 juga tidak luput dari tren negatif ini dengan harga jual terendah di antara kelompok yang disurvei.

Merek ini kini diperdagangkan di angka 72,704 juta VND untuk harga beli dan 74,914 juta VND untuk harga jualnya.

Penurunan pada Sacombank memang terlihat lebih rendah dibandingkan kompetitornya, namun tetap mendorong harga menjauh dari batas atas sebelumnya.

Para analis melihat bahwa pelemahan ini dipicu oleh faktor-faktor fundamental yang terjadi di Amerika Serikat secara beruntun.

"Harga perak dunia menunjukkan pergerakan yang beragam antara pasar spot dan berjangka," sebagaimana dilansir dari sumbernya.

Saat ini harga spot perak dunia berada di kisaran USD 72,82 per ons, yang jika dikonversi setara dengan USD 2.341 per kilogram.

Data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan menjadi salah satu alasan utama mengapa aset aman seperti perak mulai ditinggalkan sementara.

Pesanan pabrik di AS pada bulan Maret dilaporkan naik 1,5 persen, jauh melampaui prediksi awal yang hanya sebesar 0,5 persen saja.

Selain itu, indeks manufaktur ISM menunjukkan pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut, yang mengindikasikan ekonomi yang sedang memanas.

Kondisi ekonomi yang positif ini secara otomatis mengurangi kebutuhan pasar terhadap instrumen lindung nilai seperti logam mulia.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga terpantau naik ke posisi 4,44 persen yang cukup menekan harga komoditas.

Dolar AS yang menguat membuat perak menjadi lebih mahal bagi para investor yang memegang mata uang asing lainnya.

Di sisi lain, fluktuasi harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah menambah ketidakpastian pada imbal hasil obligasi dunia.

Secara teknis, para pelaku pasar kini sedang berjuang untuk mendorong harga perak kembali ke atas kisaran USD 73 per ons.

Jika harga gagal bertahan di level dukungan saat ini, ada risiko harga akan terus merosot menuju target bawah berikutnya.

Batas dukungan kuat saat ini diidentifikasi berada pada level USD 72,10 per ons untuk mencegah penurunan lebih lanjut.

Investor kini tengah menanti data pasar tenaga kerja AS serta pengumuman resmi dari Federal Reserve dalam waktu dekat.

Keputusan kebijakan moneter mendatang akan menjadi kompas utama bagi arah pergerakan harga perak domestik maupun internasional.

Semua mata tertuju pada risalah rapat FOMC yang diharapkan dapat memberikan sinyal mengenai jadwal pemotongan suku bunga.

Hingga saat itu tiba, volatilitas tinggi diperkirakan akan tetap menyelimuti pasar logam mulia di tingkat global.

Demikian laporan mengenai kondisi harga perak hari ini yang mencatatkan koreksi tajam akibat berbagai tekanan ekonomi eksternal.

Terkini