JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat tren positif pada transaksi digital menjelang Ramadan 2026.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku nasabah yang kini lebih mengandalkan layanan perbankan digital untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pembayaran tagihan, belanja, dan transaksi di merchant.
Menurut SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, hingga pertengahan Februari 2026 aktivitas transaksi digital perseroan tumbuh double digit secara bulanan.
“Menjelang Ramadan kami melihat akselerasi transaksi digital yang konsisten meningkat. Hingga pertengahan Februari, aktivitas transaksi digital BTN tumbuh lebih dari 10% secara month to month,” ujar Thomas.
Peningkatan transaksi digital ini sejalan dengan musim Ramadan dan Lebaran, di mana intensitas kegiatan masyarakat meningkat. Nasabah cenderung memilih kanal digital karena lebih cepat, praktis, dan aman dibandingkan layanan konvensional.
Pendorong Lonjakan Transaksi Digital
Thomas menjelaskan, kenaikan transaksi digital BTN didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, meningkatnya kebutuhan pembayaran dan belanja masyarakat menjelang Ramadan.
Kedua, pembayaran berbagai tagihan, termasuk listrik, telepon, dan air, melalui aplikasi Bale by BTN dan QRIS. Ketiga, transaksi di merchant yang semakin luas dan mudah diakses melalui aplikasi digital.
“Pendorong utamanya adalah kenaikan kebutuhan pembayaran dan belanja, peningkatan pembayaran tagihan, serta transaksi di merchant yang semakin luas melalui Bale by BTN dan QRIS,” jelas Thomas.
Melihat tren ini, BTN menargetkan transaksi digital selama periode Ramadan hingga Idulfitri meningkat lebih dari 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Target tersebut selaras dengan pola musiman, di mana masyarakat mengandalkan layanan digital untuk berbagai kebutuhan transaksi cepat dan aman.
Peran Bale by BTN dalam Mendorong Transaksi
Dari sisi kontribusi transaksi, aplikasi Bale by BTN diperkirakan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan transaksi digital selama Ramadan. Fitur utama yang diandalkan nasabah antara lain:
Transfer dana antar keluarga
Pembayaran zakat, infak, dan sedekah
Transaksi QRIS di berbagai merchant
Top-up e-wallet
Pembelian pulsa, paket data, token listrik
Pembayaran tagihan rutin
Thomas menyebut, penggunaan berbagai fitur ini menunjukkan bahwa nasabah kini lebih memilih layanan digital yang terintegrasi dan mudah diakses, sehingga meningkatkan frekuensi transaksi.
Strategi BTN Menghadapi Lonjakan Transaksi
Untuk memastikan kelancaran transaksi digital selama Ramadan dan Lebaran, BTN menyiapkan beberapa strategi.
Pertama, menghadirkan berbagai program promo Ramadan dan Lebaran. Contohnya, cashback di merchant yang bekerja sama dengan BTN, serta promo pada fitur lifestyle Bale by BTN, seperti pembelian tiket pesawat, hotel, voucher belanja, dan tiket wisata. Program Bale Ngopi juga disediakan untuk pembayaran melalui QRIS Bale by BTN maupun kartu debit BTN.
Kedua, BTN meningkatkan kapasitas dan kesiapan infrastruktur teknologi informasi. Optimalisasi performa aplikasi dan kesiapan jaringan transaksi menjadi fokus utama agar layanan tetap stabil selama periode peak season.
Ketiga, perseroan memperkuat monitoring transaksi dan sistem keamanan digital. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan layanan dan meminimalkan potensi gangguan maupun risiko keamanan bagi nasabah.
Selain itu, BTN menyiapkan contact center 24 jam setiap hari untuk mendukung kebutuhan informasi maupun penanganan kendala nasabah selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Dampak dan Harapan BTN
Dengan berbagai strategi ini, BTN berharap transaksi digital selama Ramadan dan Idulfitri tetap aman, nyaman, dan praktis. Perseroan optimistis target pertumbuhan lebih dari 15% dapat tercapai, didukung pola musiman dan kesiapan layanan digital yang lebih baik.
“Target ini kami dukung melalui kesiapan kapasitas sistem, penguatan ekosistem merchant, serta pengawasan layanan yang lebih intensif agar transaksi nasabah tetap lancar selama periode puncak, termasuk saat masa mudik,” tutur Thomas.
Fokus BTN pada digitalisasi juga menegaskan komitmen bank untuk mendorong inklusi keuangan digital, mendukung transaksi cepat, dan memperkuat ekosistem merchant di Indonesia.