Strategi Indonesia Memperkuat Ekosistem EV Lewat Peran IBC dalam Hilirisasi Nikel

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:46:06 WIB

JAKARTA - Keberadaan Indonesia Battery Corporation (IBC) dipandang sebagai elemen kunci dalam memperkuat hilirisasi nikel dan mendorong pengembangan baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (3/2/2026). Menurut Putri, IBC bukan hanya simbol komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri nasional, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mempercepat ekosistem EV Indonesia.

Dalam pandangannya, pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin pesat menuntut kesiapan rantai pasok domestik yang kuat. IBC hadir sebagai terobosan penting yang diharapkan mampu menjadikan Indonesia pusat produksi baterai EV sekaligus sistem penyimpanan energi (energy storage system) di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini mencerminkan dorongan kuat pemerintah untuk tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah mineral semata, tetapi juga mengembangkan nilai tambah melalui hilirisasi nikel yang menjadi bahan baku utama dalam industri baterai EV. Pandangan ini sejajar dengan strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri energi baru dan terbarukan.

Hilirisasi Nikel dan Transisi Energi Nasional

Putri menegaskan bahwa pengembangan industri baterai berbasis hilirisasi nikel sejalan dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Ini mencakup visi transisi energi dari sumber energi fosil menuju energi baru dan terbarukan. Dalam konteks itulah, hilirisasi nikel untuk baterai EV diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik secara masif di seluruh negeri.

Transisi energi ini bukan sekadar tren global, tetapi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia yang memiliki potensi besar dalam cadangan nikel dunia. Menurut berbagai laporan industri, Indonesia dipandang memiliki cadangan nikel terbesar secara global — hal yang menjadi daya tarik investasi sekaligus tantangan untuk mengelola produksi secara berkelanjutan.

Namun, pengembangan hilirisasi nikel tidak lepas dari tantangan. Beberapa analis sektor pertambangan menilai bahwa meskipun nikel merupakan komponen penting untuk baterai EV, perlu ada perhatian terhadap aspek lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap program hilirisasi. Kondisi ini mengingat dampak ekologis yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan mineral pada kawasan sekitar tambang.

Dukungan Kebijakan dan Tantangan Investasi

Putri juga menekankan pentingnya keberlanjutan investasi untuk memastikan pengembangan industri baterai nasional berjalan sesuai dengan target. Saat ini, IBC masih berada di fase awal investasi dan Putri menyatakan bahwa dukungan kebijakan dari pemerintah menjadi komponen krusial dalam memperkuat daya saing industri dalam negeri.

Beberapa insentif yang diharapkan IBC mencakup kebijakan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan fasilitas tax holiday. Putri mengungkapkan bahwa dukungan fiskal serta non-fiskal ini sangat penting pada fase awal proyek, agar investasi dapat berkembang tanpa hambatan yang berarti.

Dalam konteks yang lebih luas, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri baterai yang kompetitif secara global. Pemerintah tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyediakan kerangka kebijakan yang mendukung inovasi dan pertumbuhan sektor industri strategis ini.

Sejumlah pakar industri sebelumnya juga menyoroti perlunya berbagai insentif tersebut untuk menarik investasi asing dan domestik, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai nilai global baterai EV. Tentu hal ini membutuhkan koordinasi lintas lembaga untuk menjamin konsistensi regulasi dan implementasi kebijakan yang efektif.

Target Operasional dan Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Proyek pembangunan pabrik baterai yang digagas oleh IBC direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya diharapkan memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional, tetapi juga mempercepat transformasi Indonesia menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Percepatan operasional pabrik baterai ini dipandang memiliki dampak luas, termasuk penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengembangan kapasitas teknologi dalam negeri. Seluruh aspek ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta mendukung peningkatan daya saing Indonesia di pasar global.

Pendukung industri juga melihat momentum ini sebagai peluang bagi pembangunan ekosistem baterai yang terintegrasi — mulai dari pengolahan material berbasis nikel, manufaktur baterai, hingga pengembangan industri pendukung seperti daur ulang baterai dan pengelolaan limbah teknologi tinggi.

Dengan begitu, tidak hanya aspek produksi yang menjadi fokus, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Ekosistem baterai yang terintegrasi akan memungkinkan Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemain penting dalam produksi baterai EV, tetapi juga dalam memperkuat ekonomi sirkular di sektor energi terbarukan.

Menuju Indonesia Pusat Industri Baterai EV Regional

Melihat peluang yang ada, IBC dinilai menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk masuk ke peta industri baterai global. Pengembangan hilirisasi nikel menjadi basis utama penguatan industri ini, yang pada akhirnya diharapkan membawa manfaat strategis dari sisi energi, ekonomi, hingga lingkungan.

Potensi ini semakin besar jika didukung oleh regulasi yang konsisten, insentif yang tepat, serta kerja sama yang erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas. Dengan demikian, Indonesia bisa memaksimalkan sumber daya mineralnya demi menjadi pusat produksi baterai EV yang berdaya saing tinggi.

Secara keseluruhan, pendekatan ini bukan hanya soal produksi industri semata, tetapi juga tentang memetakan masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Integrasi antara kebijakan, investasi, dan teknologi menjadi kunci dalam proses transformasi ini.

Terkini