BCA Dominasi Transaksi BI-FAST dengan Nilai Capai Rp 6.087 Triliun

Senin, 02 Februari 2026 | 11:55:05 WIB

JAKARTA - Dalam lanskap finansial digital Indonesia yang semakin dinamis, layanan BI-FAST terus mencatat pertumbuhan luar biasa. Terbaru, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mampu membukukan angka transaksi yang menunjukkan dominasi kuat di jaringan sistem pembayaran cepat nasional, sejalan dengan tren industri sepanjang tahun 2025.

Performa Spektakuler BCA dalam BI-FAST

Sepanjang 2025, BCA berhasil memproses sekitar 2.289 juta transaksi melalui layanan BI-FAST dengan nilai mencapai Rp 6.087 triliun hingga Desember 2025. Angka ini sangat signifikan karena mencerminkan bagian lebih dari 50% dari total transaksi BI-FAST industri yang diproses di perbankan Indonesia.

Hera F. Heryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kuatnya adopsi sistem pembayaran digital di kalangan nasabah BCA serta perbankan secara umum. Tidak hanya meningkat secara kuantitatif, performa transaksi ini juga menandakan momentum digitalisasi keuangan yang terus diperluas.

Tren Industri Sistem Pembayaran Digital Indonesia

Berdasarkan data Bank Indonesia, total nilai transaksi ritel yang diproses oleh BI-FAST sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 11.995 triliun, tumbuh 34,58% secara tahunan (year-on-year). Volume transaksi juga ikut melonjak hingga 4,77 miliar kali atau naik 39,07% dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan ini mempertegas bahwa sistem pembayaran real-time seperti BI-FAST memainkan peran vital dalam ekosistem digital banking Indonesia. Lini ritel yang semakin transaksi intensif, baik melalui perbankan konvensional maupun digital, menjadi engine utama lonjakan jumlah tersebut.

Peranan Layanan BI-FAST Tahap Dua

Selain layanan inti, BI-FAST juga telah merilis fitur-fitur baru yang merupakan bagian dari layanan tahap dua. Sampai akhir 2025, total nilai transaksi layanan ini mencapai Rp 9,55 triliun dengan volume mencapai 151.000 transaksi.

Beberapa fitur layanan tahap dua BI-FAST yang berkembang di jaringan perbankan termasuk:

Transfer kolektif (Bulk Credit Transfer/BCT)

Pembayaran atas permintaan (Request for Payment/RFP)

Transfer debit langsung (Direct Debit Transfer/DDT)

Keberadaan layanan tahap dua ini semakin memperluas fungsi BI-FAST tidak hanya sebagai alat transfer ritel biasa, tetapi juga sebagai solusi bagi kebutuhan transaksi bisnis dan korporasi yang kian kompleks.

Strategi BCA Mengokohkan Infrastruktur Digital

Hera menekankan bahwa BCA tidak hanya fokus pada angka transaksi tetapi juga pada penguatan infrastruktur digital perbankan. Ini menjadi kunci dalam memastikan layanan BI-FAST tetap andal, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak kanal serta nasabah.

Menurutnya, pengembangan fitur-fitur BI-FAST seperti BCT dan DDT menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan transaksi, khususnya di segmen korporasi. Hal ini menunjukkan bahwa BCA melihat peluang pertumbuhan transaksi digital tidak hanya di segmen ritel tetapi juga di segmen usaha yang lebih besar.

Hera juga mengungkapkan optimisme bahwa volume transaksi BI-FAST akan terus meningkat seiring semakin luasnya implementasi layanan tersebut di berbagai kanal BCA. “Kami berharap volume transaksi menggunakan BI-FAST akan terus meningkat... serta meningkatnya kebutuhan digitalisasi sistem pembayaran,” tuturnya dalam wawancara dengan Kontan awal pekan lalu.

Kontribusi BI-FAST terhadap Pendapatan BCA

Transaksi via BI-FAST ternyata bukan hanya soal volume dan nilai, tetapi juga kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Nilai transaksi yang tinggi memberikan dampak positif terhadap pendapatan berbasis komisi dan provisi (fee-based income) BCA. Dengan demikian, BI-FAST turut mendukung aspek profitabilitas, bukan hanya pertumbuhan teknis sistem pembayaran.

Komitmen BCA dalam Ekosistem Finansial Digital

Melihat momentum transformasi digital yang cepat, BCA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem finansial digital. Investasi pada modernisasi infrastruktur teknologi informasi menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya ini. Fokus utama adalah menjaga keandalan, keamanan layanan digital, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Dengan strategi tersebut, BCA berharap dapat mempertahankan posisi unggulnya dalam layanan perbankan digital, memaksimalkan kepuasan nasabah, dan ikut mendorong pertumbuhan transaksi digital perbankan di Indonesia.

Lini transaksi digital di Indonesia mengalami percepatan signifikan, dan BCA berhasil menjadi salah satu pemain utama di dalamnya. Capaian Rp 6.087 triliun nilai transaksi BI-FAST sampai akhir 2025 mencerminkan dominasi BCA dan konfirmasi bahwa digitalisasi pembayaran kini menjadi pilar utama dalam perkembangan perbankan nasional.

Terkini