Bank BRI Optimalkan KUR Rp178,08 Triliun Untuk Perkuat Usaha Produktif Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 11:54:39 WIB

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat capaian signifikan pada tahun 2025 dengan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Fokus penyaluran yang lebih dari 60 persen mengalir ke sektor produksi ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis ekonomi rakyat dan membantu pemulihan yang lebih berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam kerangka Asta Cita, khususnya pilar penguatan ekonomi kerakyatan, yang menekankan pentingnya pemberdayaan sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

Pendekatan BRI yang memprioritaskan sektor produksi tidak hanya bermakna sebagai peningkatan angka penyaluran kredit, tetapi juga sebagai upaya memastikan pembiayaan itu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi lokal.

BRI sendiri memandang pembiayaan ini sebagai instrumen untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang menjadi unit usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dominasi Sektor Produksi: Peran Utama Pertanian dan Industri Riil

Dalam struktur penyaluran KUR BRI, sektor produksi menjadi kontributor terbesar. Ini meliputi subsektor seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produktif lainnya yang memiliki peran utama dalam menyerap tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dari total realisasi tersebut, sektor pertanian menempati porsi terbesar sebagai sektor penerima pembiayaan, mencapai angka signifikan yang menunjukkan komitmen BRI serta relevansi sektor ini dalam struktur perekonomian. Data dari Kontan juga menunjukkan bahwa pembiayaan di sektor pertanian mencapai kurang lebih Rp80,09 triliun atau sekitar 44,97 persen dari total KUR yang disalurkan BRI.

Penekanan pada sektor produksi ini bukan hanya soal jumlah alokasi dana, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memacu pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil, menciptakan multiplier effect bagi seluruh lapisan masyarakat serta daerah-daerah yang selama ini underbanked atau kurang mendapatkan akses ke pembiayaan formal.

Komitmen BRI pada UMKM: Pembiayaan Plus Pendampingan Usaha

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa penyaluran KUR tidak semata soal memberikan modal kerja atau investasi, tetapi juga tentang bagaimana BRI membangun kapasitas pelaku UMKM agar tumbuh sehat dan berdaya saing.

Pendekatan ini meliputi pendampingan usaha yang terintegrasi dengan pembiayaan, sehingga UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga peningkatan keterampilan manajerial, perencanaan usaha, serta pemahaman pasar. Strategi ini diyakini dapat membantu pelaku usaha naik kelas dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dengan demikian, KUR BRI diposisikan bukan sekadar sebagai kredit mikro, tetapi juga sebagai instrument pemberdayaan ekonomi rakyat yang meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas kontribusi UMKM bagi struktur ekonomi nasional.

BRI sebagai Bank Penyalur KUR Terbesar: Praktik Transparansi dan Akuntabilitas

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI menekankan bahwa seluruh proses penyaluran pembiayaan dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penekanan pada prinsip kehati-hatian ini semakin relevan mengingat KUR merupakan kredit yang 100 persen bersumber dari dana perbankan, yakni dana yang berasal dari penghimpunan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas kredit dan tata kelola pembiayaan menjadi prioritas utama agar manfaat ekonomi yang diharapkan benar-benar berkelanjutan, tidak hanya sekadar kuantitas angka penyaluran.

Pendekatan transparansi tersebut mencakup seleksi debitur yang ketat namun adil, pelaporan yang jelas, serta monitoring yang berkesinambungan untuk memitigasi risiko pembiayaan sekaligus menjaga stabilitas sistem perbankan.

Penetrasi KUR BRI Meluas, Dampak Sosial Ekonomi Lebih Jelas

Selain nilai total penyaluran yang besar, capaian KUR BRI juga tercermin dari penetrasi pembiayaan yang semakin luas. Data menunjukkan bahwa hingga Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, yang berada pada kisaran 15 hingga 17 rumah tangga pada 2023–2024.

Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan pada 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun kepada sekitar 46,4 juta penerima di seluruh Indonesia. Capaian ini menggarisbawahi peran strategis BRI dalam memperluas inklusi keuangan nasional serta memperkuat peran sektor UMKM sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Refleksi Akhir: Sinergi Pembiayaan dan Pertumbuhan Ekonomi Riil

Penyaluran KUR BRI sebesar Rp178,08 triliun sepanjang 2025 bukan sekadar pencapaian angka semata, tetapi juga manifestasi komitmen institusional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi riil melalui pembiayaan yang tepat sasaran, dukungan pendampingan usaha, serta pendekatan inklusif yang memperhatikan kualitas dan dampak sosial ekonomi.

Fokus pada sektor produksi, dominasi pertanian, dan perluasan akses ke rumah tangga menunjukkan bahwa pembiayaan mikro bisa menjadi katalisator nyata dalam memperkuat struktur ekonomi Indonesia — dari akar rumput hingga ke pasar yang lebih luas. Dengan strategi ini, diharapkan UMKM mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan terus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Terkini