BNI Perkuat Konservasi Mangrove di Banyuwangi dan Ekonomi Warga Pesisir

Senin, 02 Februari 2026 | 11:54:21 WIB

JAKARTA - Program rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi yang digagas PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah menunjukkan kemajuan yang menjanjikan hingga akhir 2025. Fokus utama inisiatif ini adalah memulihkan ekosistem pesisir yang sebelumnya mengalami penurunan tutupan mangrove akibat berbagai faktor lingkungan dan aktivitas manusia. Dalam upaya tersebut, BNI tidak hanya melihat pemulihan vegetasi bakau sebagai tugas lingkungan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya tahan ekonomi di wilayah pesisir itu sendiri.

Teluk Pangpang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kerusakan ekosistem yang signifikan. Abrasi pantai yang terus berlangsung, alih fungsi lahan menjadi tambak, serta praktik penebangan liar telah mengganggu keseimbangan alam di kawasan tersebut. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sumber daya laut.

Program yang dijalankan oleh BNI merupakan bagian inti dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, khususnya dalam pilar keberlanjutan dengan fokus pada inklusi dan ketahanan sosial. BNI ingin memastikan bahwa inisiatif ini memberikan manfaat jangka panjang yang nyata, baik untuk alam maupun komunitas lokal.

Model Pelaksanaan: Pendekatan Terintegrasi dan Bernilai Bersama

Sejak dimulai pada Agustus 2024, Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang dirancang sebagai kegiatan terintegrasi yang mencakup pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove secara berkelanjutan. Kegiatan ini diproyeksikan berlangsung hingga Agustus 2027, dengan target manfaat yang lebih luas dibanding sekadar rehabilitasi lahan.

Dalam keterangan resminya, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa program tersebut memberikan dampak jangka panjang. “BNI menempatkan program TJSL sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang selaras dengan agenda pembangunan nasional,” ujarnya.

Metode pelaksanaan rehabilitasi ini mengusung konsep Creating Shared Value (CSV) yang bertujuan menciptakan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Pendekatan ini memastikan pemulihan ekosistem tidak hanya berfokus pada aspek fisik penanaman mangrove, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat setempat sehingga mereka menjadi bagian aktif dari proses tersebut.

Kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Mitigasi Iklim

Program rehabilitasi ini juga merupakan bagian dari kontribusi BNI terhadap pencapaian beberapa target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara khusus, program ini mendukung SDG 13 (aksi iklim), SDG 14 (kehidupan di bawah air), serta SDG 15 (kehidupan di darat). Dengan pengelolaan yang baik, regenerasi mangrove mempunyai peran signifikan dalam mitigasi perubahan iklim, konservasi biodiversitas laut dan pesisir, serta pemulihan habitat alami.

Secara ekologis, pemulihan mangrove di Teluk Pangpang memberikan dampak positif yang nyata. Keberadaan kembali mangrove membantu mengurangi laju abrasi pantai, memperbaiki kualitas air laut di sekitar pesisir, serta memulihkan tempat hidup berbagai jenis biota laut dan burung migrasi seperti kepiting soka, ikan lemuru, dan burung migrasi yang sebelumnya kehilangan habitat alaminya. Mangrove juga dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif dan membantu upaya global dalam mitigasi perubahan iklim.

Peran Komunitas Lokal: Kunci Keberlanjutan Program

Salah satu aspek penting dari program ini adalah keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam setiap fase pelaksanaan rehabilitasi. Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Baret, bersama dengan perempuan dan pemuda pesisir, terlibat langsung dalam proses penanaman dan pemeliharaan mangrove. Keterlibatan ini tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan mereka sendiri, suatu faktor yang krusial untuk keberlanjutan jangka panjang.

Keterlibatan komunitas lokal juga dilanjutkan melalui serangkaian pelatihan dan lokakarya yang diselenggarakan oleh BNI. Kegiatan ini membekali masyarakat dengan keterampilan penting yang mendukung pemeliharaan mangrove: dari teknik pembibitan dan perawatan tanaman, hingga pengelolaan konservasi berbasis masyarakat dan wisata edukatif yang berbasis pada ekosistem mangrove.

Pelatihan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ekologis di tingkat lokal, memperkuat kohesi sosial antaranggota komunitas, serta membuka peluang usaha baru yang berbasis pelestarian lingkungan. Dukungan semacam itu memperluas dampak program, sehingga masyarakat tidak hanya sekadar menjadi peserta, tetapi juga pionir pelestarian di wilayah mereka sendiri.

Meningkatkan Kesejahteraan melalui Eduwisata dan Infrastruktur

Selain fokus pada aspek lingkungan dan keterlibatan masyarakat, rehabilitasi di Teluk Pangpang juga mencakup upaya untuk menguatkan ekonomi lokal. BNI mengintegrasikan tiga intervensi utama untuk tujuan ini: pengembangan kawasan eduwisata mangrove, penguatan unit pembibitan sebagai sumber pendapatan alternatif, serta revitalisasi infrastruktur penunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Pengembangan eduwisata mangrove diharapkan dapat menarik minat pengunjung dan wisatawan, membuka peluang usaha baru bagi warga setempat, serta meningkatkan pendapatan berbasis pelestarian lingkungan. Sementara itu, penguatan unit pembibitan mangrove memberikan alternatif sumber pendapatan yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik yang merusak lingkungan. Revitalisasi infrastruktur, termasuk fasilitas pendukung kegiatan sosial dan ekonomi, menjadi salah satu komponen yang memperkuat kualitas hidup di kawasan pesisir tersebut.

Ke depan, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik keberlanjutan yang membawa dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Program rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang Banyuwangi bukan sekadar proyek lingkungan, tetapi juga wujud nyata peran aktif sektor swasta dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Terkini