JAKARTA - Setelah meraih sorotan global dengan film balap F1, aktor pemenang Oscar Brad Pitt kembali membidik proyek yang bergerak jauh dari adrenalin ke dalam wilayah gelap dan emosional. Kali ini, Pitt ambil bagian dalam adaptasi sebuah novel terkenal yang sempat masuk nominasi Booker Prize, berjudul The Riders. Proyek besar ini digarap oleh salah satu studio indie paling disegani di industri film — A24 — dan diprediksi sebagai salah satu film yang paling menarik perhatian dalam musim penghargaan mendatang.
Dari Paduan Balap F1 ke Kedalaman Psikologis
Setelah berhasil menarik perhatian publik lewat keterlibatannya dalam film F1 — sebuah proyek sinematik yang dipenuhi aksi dan cerita kompetitif di lintasan balap — sosok Brad Pitt kini bersiap mengeksplorasi sisi lain kemampuan aktingnya melalui The Riders. Dalam film baru ini, Pitt tidak lagi berperan sebagai karakter yang dikelilingi gemuruh mesin dan persaingan olahraga, tetapi sebagai figur yang diperhadapkan pada misteri, kehilangan, dan konflik batin yang mendalam.
Perubahan genre ini menandai transisi yang signifikan dalam karier Pitt selama beberapa tahun terakhir: dari aksi dan olahraga menuju drama intens yang lebih intim dan reflektif. Tidak mengubah isi atau kutipan dari sumber aslinya, proyek ini menunjukkan ambisi Pitt untuk terus mengeksplorasi karakter yang kompleks dan penuh lapisan emosi.
Sinopsis Cerita: Pencarian Tanpa Jawaban
Dalam The Riders, Brad Pitt memerankan Fred Scully, seorang pria yang mencoba memulai kembali hidupnya bersama keluarga di Irlandia. Film dibuka dengan gambaran Scully yang bekerja keras selama berbulan-bulan untuk merenovasi sebuah rumah tua — sebuah simbol awal baru yang penuh harapan. Namun, harapan tersebut berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih suram dan penuh misteri ketika rencana itu runtuh.
Saat Scully menjemput keluarganya di bandara, hanya putrinya yang berusia tujuh tahun — Billie — yang turun dari pesawat, sementara sang ibu tidak muncul, tanpa jejak dan tanpa penjelasan yang jelas. Kejadian ini menjadi titik balik emosional dalam kisah Fred, yang kemudian memaksa dirinya dan putrinya untuk melakukan perjalanan panjang melintasi Eropa demi mencari sang istri yang hilang.
Perjalanan mereka membentuk inti naratif film — bukan hanya sebagai misi fisik untuk menemukan seseorang, tetapi sebagai pencarian batin yang penuh teka-teki tentang cinta, kehilangan, dan kenyataan hubungan manusia yang seringkali jauh lebih rumit daripada yang tampak.
Atmosfer Film: Gelap, Intens, dan Emosional
The Riders dipastikan menghadirkan nuansa thriller psikologis yang kuat, emosional, dan mendalam, fokus pada tema kehilangan, identitas, dan cerita keluarga yang rapuh. Cerita ini bukan sekadar kisah tentang pencarian fisik seorang ayah atas istrinya yang hilang, tetapi juga perjalanan batin yang menyingkap lapisan-lapisan hubungan manusia yang kompleks.
Brad Pitt sendiri dikenal karena kemampuannya menghadirkan karakter dengan kedalaman psikologis yang kuat, di mana emosi dan konflik batin menjadi tulang punggung cerita. Peran Fred Scully ini tampaknya memadukan kedua elemen tersebut dengan cara yang emosional tanpa kehilangan unsur ketegangan naratif.
Tidak hanya sekadar misteri ditemukan atau tidaknya sang ibu, tetapi yang lebih penting adalah apa yang Fred dan putrinya pelajari tentang diri mereka sendiri sepanjang perjalanan tersebut, serta bagaimana pengalaman itu secara fundamental mengubah cara mereka memandang hidup, keluarga, dan cinta.
Kolaborasi Kreatif di Balik Layar
Proyek The Riders ini tidak hanya melibatkan Pitt di depan layar, namun juga di belakang layar sebagai salah satu produser. Naskahnya ditulis oleh David Kajganich, yang dikenal lewat karyanya di film Suspiria, yang sekaligus bertindak sebagai produser dalam proyek ini.
Produksi film ini juga didukung oleh beberapa nama besar di industri perfilman, termasuk Ridley Scott dan Michael Pruss melalui Scott Free Productions, serta Edward Berger yang menangani sutradara. Berger membawa reputasi kuat setelah sukses besar dengan proyek-proyek sebelumnya, termasuk film yang meraih penghargaan dan nominasi festival bergengsi.
Selain Pitt, film ini juga menghadirkan jajaran pemeran lain yang turut memperkaya narasi. Di antaranya adalah Julianne Nicholson dan Coco Greenstone, yang bergabung melengkapi kisah emosional dan karakter-karakter yang rumit dalam film ini.
Potensi dan Ekspektasi di Musim Penghargaan
Walaupun masih berada pada tahap awal produksi, The Riders telah disebut sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi besar dalam musim penghargaan mendatang. Hal ini karena film ini tidak hanya menjanjikan cerita yang kuat secara emosional dan psikologis, tetapi juga kolaborasi kreatif yang menggabungkan aktor, penulis, sutradara, dan produser terbaik di industri.
Brad Pitt sendiri, sebagai aktor sekaligus produser, telah membangun reputasi panjang dalam memilih proyek-proyek yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna dan kualitas. Dengan keterlibatannya di The Riders, ekspektasi publik maupun kritikus mulai mengarah pada satu hal: film ini kemungkinan besar akan menjadi salah satu karya paling diperhitungkan dalam beberapa tahun ke depan.
Kesimpulan: Melanjutkan Warisan Akting yang Beragam
Transisi Brad Pitt dari aksi F1 yang memacu adrenalin menuju drama psikologis penuh misteri seperti The Riders menunjukkan kemampuan adaptatifnya sebagai aktor. Dengan dukungan tim kreatif berpengalaman dan cerita yang kuat secara emosional, film ini berpotensi menjadi momen penting dalam karier Pitt dan dalam jagat perfilman modern.
Apakah The Riders akan mencuri perhatian seperti film-film besar lainnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya — tetapi semua tanda menunjukkan bahwa perjalanan emosional Fred Scully itu akan menjadi salah satu yang tak mudah dilupakan.