Penyeberangan Kapal Cepat Bali Lombok Dibuka Kembali Setelah Cuaca Buruk: Apa yang Harus Anda Ketahui?

Jumat, 14 Februari 2025 | 12:40:33 WIB
Penyeberangan Kapal Cepat Bali Lombok Dibuka Kembali Setelah Cuaca Buruk: Apa yang Harus Anda Ketahui?

JAKARTA - Setelah beberapa hari penutupan akibat cuaca buruk, layanan penyeberangan kapal cepat (fast boat) dari Bali menuju Lombok, khususnya ke destinasi populer seperti Gili Trawangan dan Senggigi, kembali dibuka pada hari Kamis, 13 Februari 2025. Pembukaan kembali ini terjadi setelah sempat tidak beroperasi akibat kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Minggu, 9 Februari 2025.

Cuaca ekstrem ini, seperti yang tercatat dalam edaran Kantor Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan Kelas IV Padangbai, mengakibatkan angin berkecepatan 2 hingga 15 knot yang datang dari arah barat daya-barat laut dan tinggi gelombang mencapai 2 meter di Selat Lombok bagian utara. Dalam situasi cuaca seperti ini, keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama yang menyebabkan penutupan sementara layanan penyeberangan.

Pengaturan Operasional Layanan

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh Faozal, pembukaan kembali rute penyeberangan kapal cepat ini tetap mengacu pada kondisi cuaca. "Ya (rencana) dibuka hari ini. Mudahan cuaca akan membaik ke depan," ungkap Faozal ketika dikonfirmasi pada Kamis siang.

Beliau menambahkan bahwa pihaknya berharap agar kondisi cuaca terus membaik sehingga semua aktivitas penyeberangan dari dan ke Lombok dapat kembali berjalan normal. "Semua penyeberangan normal termasuk Pelabuhan Kayangan-Poto Tano juga sudah normal," tambah Faozal, menegaskan kembali kesiapan pelabuhan lain yang sempat terdampak.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Padangbai juga memberikan lampu hijau bagi kapal cepat untuk beroperasi kembali. Ini menandakan bahwa berbagai otoritas terkait sudah mengonfirmasi bahwa kondisi pelayaran telah aman. Namun, kewaspadaan tetap diberlakukan dalam memonitor perubahan cuaca.

Dukungan Operator Penyeberangan

Di sisi lain, pihak operator kapal cepat, dalam hal ini Eka Jaya Fast Boat, menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Manager Pemasaran Eka Jaya Fast Boat, Puput, menyatakan, "Kami hari ini langsung kegiatan muat seperti biasa," menandakan kesiapan operasional mereka setelah mendapatkan izin resmi.

Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan mereka menuju Lombok, destinasi yang terkenal dengan panorama alamnya yang menakjubkan. Wisatawan yang sempat tertunda perjalanannya kini bisa melanjutkannya tanpa hambatan besar, meskipun diimbau untuk tetap memeriksa perkiraan cuaca sebelum memutuskan untuk berangkat.

Sebagai Upaya Pencegahan Selanjutnya

Penutupan penyeberangan ini merupakan langkah yang penting dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan di tengah laut saat kondisi cuaca tidak menentu. Otoritas pelabuhan memang sudah mengeluarkan peringatan dan arahan untuk tidak melanjutkan aktivitas pelayaran ketika cuaca tidak mendukung demi keamanan dan keselamatan bersama.

Faozal juga menjelaskan bahwa rute penyeberangan menggunakan ferry dari Pelabuhan Lembar di Lombok Barat ke Padangbai Bali mengalami sistem buka tutup parsial saat cuaca buruk terjadi. Sementara rute lainnya seperti dari Lembar ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, tetap beroperasi normal tanpa dampak berarti.

Persiapan Ke Depan

Dalam menghadapi kondisi alam yang serba tidak pasti ini, tentu saja pemerintah daerah bersama otoritas terkait akan terus meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi ekstrem. Pendekatan efektif dari sisi komunikasi dan penyebaran informasi menjadi kunci agar masyarakat dan para pelaku usaha dapat melakukan perencanaan yang tepat.

Ini juga menjadi pembelajaran bagi berbagai pihak untuk memperkuat sistem manajemen risiko bencana dan memperbaiki koordinasi antar instansi. Kesiapan infrastruktur dan teknologi yang memadai dalam memantau perubahan iklim dan cuaca juga menjadi perhatian agar segala keputusan dapat diambil dengan cepat dan akurat.

Ketika ditanya mengenai langkah ke depan, Faozal mengungkapkan, "Kita akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memastikan keamanan pelayaran. Ini adalah prioritas utama kami."

Dampak Penutupan pada Pariwisata

Penutupan sementara layanan penyeberangan ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor pariwisata yang menggantungkan aktivitasnya pada kelancaran transportasi antar pulau. Dengan rute penyeberangan yang sudah mulai dibuka kembali, diharapkan pemulihan kegiatan wisata di kedua destinasi bisa berjalan lancar.

Tentu, pelaku industri pariwisata, mulai dari pelaku usaha penginapan hingga agen perjalanan, perlu mengambil langkah proaktif dalam menghadapi situasi ini dengan memberikan fleksibilitas kepada para wisatawan yang terdampak perubahan jadwal perjalanan akibat faktor cuaca.

Sebagai kesimpulan, meski cuaca buruk beberapa hari sebelumnya mengganggu aktivitas penyeberangan, koordinasi yang baik antara pemerintah, otoritas pelabuhan, dan operator transportasi memastikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Ini akan mendorong rasa percaya dan kenyamanan bagi semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam aktivitas penyeberangan antar pulau di Indonesia.

Terkini