JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi yang berpotensi terjadi akibat Siklon Tropis Zelia yang berada di Samudra Hindia sebelah barat Australia. Dampak dari siklon ini dapat dirasakan di beberapa wilayah perairan di Indonesia, dengan ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 4 meter. Peringatan ini berlaku hingga 17 Februari 2025 dan ditujukan kepada para nelayan serta nahkoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan mereka.
Menurut BMKG, gerakan angin di wilayah Indonesia bagian utara saat ini bergerak dari arah barat laut menuju timur laut dengan kecepatan yang bervariasi antara 6 hingga 25 knot. Di sisi selatan, angin bergerak ke arah barat. "Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia Selatan Jawa, Samudra Pasifik utara Papua, dan Laut Arafuru," demikian disampaikan dalam rilis resmi BMKG yang diterbitkan pada Jumat pagi, 14 Februari 2025.
Angin kencang yang dipicu oleh Siklon Tropis Zelia ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut hingga mencapai 2,5 hingga 4 meter. Beberapa daerah yang berisiko mengalami gelombang tinggi tersebut antara lain Samudra Hindia sebelah barat Lampung, selatan Banten, dan Jawa Barat.
Dampaknya juga dapat menjalar ke perairan Selatan Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara. Selain itu, potensi gelombang dengan ketinggian 4 meter juga diramalkan akan terjadi di Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua.
Tim BMKG juga tidak luput untuk mengingatkan bahwa area lain seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia di sebelah barat Aceh, dan Kepulauan Nias hingga Bengkulu, memiliki potensi gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter. Keadaan ini menyusul meredanya angin di Laut Natuna Utara yang semula dapat menyebabkan gelombang hingga 6 meter diawal Februari 2025, kini hanya berpotensi maksimum 2,5 meter.
Di perairan lainnya, seperti di Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, tengah dan timur, serta Laut Maluku, peringatan juga diberikan. Pemantauan BMKG menunjukkan bahwa Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik Utara memiliki potensi cuaca yang ekstrem serupa.
Dalam pernyataannya, BMKG dengan rutin menyampaikan imbauan kepada para nelayan agar waspada terhadap angin yang memiliki kecepatan lebih dari 15 knot dan gelombang yang tingginya melebihi 1,25 meter. Kapal tongkang juga diharapkan untuk mewaspadai angin yang kecepatannya mencapai lebih dari 16 knot dan gelombang yang lebih tinggi dari 1,5 meter.
Pengemudi kapal ferry disarankan untuk berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 21 knot dan gelombang lebih dari 2,5 meter. Bagi kapal-kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu memberi perhatian khusus bila menghadapi angin dengan kecepatan di atas 27 knot dan gelombang mencapai lebih dari 4 meter.
BMKG menekankan pentingnya memperhatikan prakiraan cuaca maritim yang mereka sajikan untuk menjaga keselamatan pelayaran. "Kami terus memonitor perkembangan Siklon Tropis Zelia dan dampaknya terhadap kondisi cuaca di wilayah perairan Indonesia," tambah perwakilan BMKG dalam pernyataan resminya. Menurut BMKG, informasi ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk memberikan informasi cuaca terkini yang dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya mereka yang berkecimpung dalam kegiatan maritim.
Tidak hanya para pelaut dan nelayan yang diingatkan, masyarakat pesisir juga perlu tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa ditimbulkan akibat gelombang tinggi. BMKG menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan kolektif dalam menghadapi fenomena alam seperti ini yang memang kerap melanda perairan Indonesia terutama ketika dipengaruhi oleh siklon tropis yang terjadi di sekitar Australia dan Samudera Hindia.
Sebagai salah satu upaya mitigasi, BMKG terus berupaya untuk menyosialisasikan informasi cuaca secara cepat dan akurat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk aplikasi cuaca, media sosial, dan kerjasama dengan instansi lain.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan seluruh pihak dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan maritim adalah prioritas utama yang selalu menjadi perhatian BMKG.