Mensos Jamin Bansos tak Terpotong, Presiden Prabowo Siap Tambah Anggaran Jika Diperlukan

Kamis, 13 Februari 2025 | 10:31:28 WIB
Mensos Jamin Bansos tak Terpotong, Presiden Prabowo Siap Tambah Anggaran Jika Diperlukan

JAKARTA - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa anggaran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat miskin tetap aman dan tidak akan dipotong. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sinyal hijau untuk menambah alokasi anggaran jika situasi menuntut. Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Ipul dalam kegiatan Kongres XVIII Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu malam, 12 Februari 2025.

Di tengah pembahasan intens yang tengah berlangsung soal refocusing anggaran pemerintah, Kementerian Sosial memastikan bahwa kebutuhan masyarakat miskin akan tetap menjadi prioritas. "Kementerian Sosial tetap mempertahankan bansos untuk rakyat kecil. Bahkan Presiden menyatakan bahwa jika diperlukan, anggaran bansos bisa ditambah," ujar Gus Ipul dengan tegas.

Kesejahteraan Masyarakat Jadi Prioritas

Gus Ipul mengungkapkan bahwa agenda refocusing anggaran tidak akan menyentuh anggaran bansos. Langkah ini menjadi upaya pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan tetap terjamin. "Saat ini sedang dilakukan evaluasi dan penyisiran, mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan selesai. Dengan langkah yang lebih terstruktur, harapan Presiden untuk mengatasi kemiskinan bisa segera terwujud," katanya.

Kemiskinan di Pulau Jawa Mendominasi

Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini, kemiskinan di Indonesia memiliki konsentrasi yang tinggi di Pulau Jawa, yakni mencapai 52 persen dari seluruh kasus kemiskinan nasional. Oleh karena itu, Pulau Jawa menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan.

"Ini bukan soal menyalahkan siapa pun, tetapi jumlah penduduk di Jawa memang sangat besar, ditambah tantangan kebijakan dalam 10 tahun terakhir yang cukup berat," ucapnya. Pernyataan ini menggambarkan kompleksitas masalah kemiskinan yang dihadapi oleh Pulau Jawa akibat densitas penduduk yang tinggi dan tantangan kebijakan yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Tantangan Penurunan Kemiskinan

Meskipun upaya telah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya di bawah komando Presiden Joko Widodo, penurunan angka kemiskinan dalam satu dekade terakhir hanya mampu mencapai sekitar dua persen. Salah satu kendala yang dihadapi adalah penyaluran bansos yang belum sepenuhnya tepat sasaran. Hal ini memicu kebutuhan untuk melakukan pembenahan data penerima bansos agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Gus Ipul memaparkan bahwa Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk memastikan penyaluran bansos lebih efektif melalui perbaikan data penerima. "Dengan perbaikan data ini, bansos diharapkan benar-benar tepat sasaran, harus sampai ke mereka yang membutuhkan," jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan klasik penyaluran bansos yang seringkali menyasar masyarakat tidak tepat.

Fokus Utama Pengentasan Kemiskinan

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memfokuskan upayanya dalam pengentasan kemiskinan pada tiga provinsi utama di Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Gus Ipul menegaskan, "Jika kemiskinan di Jawa bisa diselesaikan, maka 50 persen masalah kemiskinan di Indonesia juga bisa teratasi."

Pemerintah berharap dengan fokus strategi pada tiga provinsi ini, dampak pengentasan kemiskinan juga akan secara signifikan berdampak pada keseluruhan angka kemiskinan nasional. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata dedikasi pemerintah dalam menjawab permasalahan kemiskinan, terutama di daerah-daerah dengan konsentrasi kemiskinan tinggi.

Optimalisasi Program Sosial Lainnya

Gus Ipul juga menyatakan bahwa selain memperbaiki data penerima bansos, kementerian akan mengoptimalkan program sosial lainnya yang dianggap dapat membantu mengentaskan kemiskinan secara lebih menyeluruh. Program tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai pelengkap dari pemberian bansos yang dilakukan.

Dengan semua upaya dan strategi yang telah dipaparkan, pemerintah berharap dapat memenuhi harapan masyarakat untuk kehidupan yang lebih sejahtera dan bebas dari kemiskinan. Semua pihak diharapkan dapat mendukung dan membantu pemerintah dalam merealisasikan rencana besar ini.

Simak juga: Cara Mudah Cek Bansos Kemensos 2025

Dengan keberanian dan tekad dalam penanganan isu kemiskinan, Gus Ipul dan tim di Kementerian Sosial bersama dengan dukungan Presiden Prabowo, berkomitmen untuk menciptakan perubahan nyata dalam hidup masyarakat miskin di Indonesia. Program-program lain yang mendukung bansos juga direncanakan akan lebih ditingkatkan agar sinergi ini dapat membawa dampak signifikan.

Meski tantangan dalam pengentasan kemiskinan cukup kompleks, optimisme dan kolaborasi antara berbagai pihak diharapkan dapat menjadikan Indonesia lebih baik. Bansos tetap menjadi ujung tombak dalam upaya pemerintah mengatasi kesenjangan ekonomi yang masih membelit banyak rakyat, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Dengan segala pembenahan dan penambahan anggaran yang tengah direncanakan, wacana untuk mencapai target pengurangan kemiskinan menjadi lebih realistis dan memungkinkan. Kita semua berharap bahwa langkah ini akan segera mewujud dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di tanah air.

Terkini