JAKARTA - Pada hari Rabu, 12 Februari 2025, Dermaga Rakyat Padangbai mengalami penutupan sementara layanan penyeberangan Fast Boat. Penutupan ini dilakukan atas dasar keselamatan, menyusul cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Padangbai dan sekitarnya. Informasi ini berasal dari pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui surat Nomor: AL.202/7/10/KUPP.PMG-2025 tertanggal 9 Februari 2025. Faktor-faktor cuaca seperti gelombang tinggi, hujan deras, dan angin kencang menjadi pertimbangan utama dalam keputusan menutup layanan penyeberangan sementara ini.
Brigadir Edi Sukawan, S.H., dari Satuan Polairud Polres Karangasem, bersama dengan timnya, mengambil langkah aktif untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar selama periode penutupan ini. "Kami melakukan kontrol dan pengawasan intensif di sekitar dermaga untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas penyeberangan yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran," ujar Brigadir Edi saat ditemui di lokasi.
Menurut prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bahaya bagi aktivitas pelayaran, terutama di perairan Bali dan sekitarnya. Gelombang yang diperkirakan dapat mencapai ketinggian dua hingga tiga meter dan akan sangat berbahaya jika tetap ada aktivitas penyeberangan selama kondisi ini berlangsung.
Langkah-langkah pengamanan di Dermaga Padangbai juga melibatkan koordinasi dengan instansi terkait termasuk Dinas Perhubungan dan Badan SAR Nasional (BASARNAS). Tujuan utama dari penutupan ini adalah mencegah terjadinya kecelakaan laut, yang dapat berakibat fatal baik bagi kapal maupun penumpang. "Keputusan penutupan ini bukan hanya untuk keamanan, tetapi juga menyangkut rasa tanggung jawab kami terhadap keselamatan masyarakat,” tambah Brigadir Edi.
Selain pengawasan, pihak kepolisian juga memberikan pengarahan kepada masyarakat dan operator kapal terkait kondisi cuaca dan bahaya yang bisa ditimbulkan. Hal ini dilakukan agar semua pihak bisa lebih waspada dan tidak memaksa melakukan penyeberangan yang dapat berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, beberapa calon penumpang hadir di lokasi dan mengungkapkan kekecewaan atas penutupan ini karena rencana perjalanan mereka harus ditunda. Namun, sebagian besar penumpang dapat memahami dan setuju dengan kebijakan tersebut demi keselamatan.
Seorang calon penumpang, Ibu Anisa, menyatakan kekhawatirannya terhadap keselamatan penyeberangan. "Awalnya memang kecewa karena harus menunda perjalanan, tetapi saya mengerti mengapa hal ini perlu dilakukan. Keselamatan memang harus diutamakan," kata Ibu Anisa.
Menurut data dari otoritas dermaga, Dermaga Padangbai merupakan salah satu pintu gerbang utama untuk turis dan warga lokal yang hendak menyeberang ke pulau-pulau lainnya, seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Pada hari-hari normal, dermaga ini melayani ribuan penumpang setiap harinya, sehingga penutupan ini berdampak cukup signifikan terhadap aktivitas transportasi wilayah tersebut.
Pihak otoritas dermaga Padangbai sudah menyiapkan mekanisme komunikasi untuk memberitahukan pembukaan kembali layanan penyeberangan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman. Mereka menghimbau agar penumpang tetap terhubung dengan pengumuman resmi yang akan dilakukan melalui media sosial dan saluran informasi publik lainnya.
Kondisi cuaca global yang semakin tidak terprediksi membuat banyak otoritas setempat terus memperbarui metode pengawasan dan sistem informasi berbasis cuaca. Pihak berwenang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu.
Penutupan sementara layanan penyeberangan di dermaga ini mengingatkan semua pihak, terutama yang bekerja di sektor kelautan dan transportasi, tentang pentingnya memasukkan faktor cuaca dalam perencanaan dan pelaksanaan aktivitas sehari-hari. "Kita harus menempatkan keselamatan di atas segala-galanya. Semua pihak diharapkan kerjasamanya agar situasi ini bisa dilalui dengan aman," tutup Brigadir Edi dengan tegas.
Masyarakat yang terdampak penutupan penyeberangan diharapkan bisa mengerti dan bersabar menunggu situasi kembali normal. Otoritas terkait juga terus bekerja dan berkoordinasi untuk memberikan pelayanan terbaik begitu cuaca membaik dan memastikan perjalanan bisa berlangsung dengan aman dan nyaman. Penutupan dermaga ini diharapkan akan berakhir segera setelah cuaca bersahabat, dan seluruh operasi di Dermaga Padangbai dapat kembali normal.