Cuaca Sulawesi Selatan Berpotensi Berubah Cepat, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Rabu, 12 Februari 2025 | 13:48:51 WIB
Cuaca Sulawesi Selatan Berpotensi Berubah Cepat, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

JAKARTA - Inilah peringatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar yang memproyeksikan adanya perubahan cuaca signifikan di wilayah Sulawesi Selatan pada tanggal 12 Februari 2025. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan pergeseran kondisi cuaca di berbagai daerah.

Menurut BMKG Makassar, pagi hari ini akan diawali dengan cuaca berawan, disertai kemungkinan hujan ringan di daerah seperti Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. "Di pagi hari, kita memperkirakan dominasi cuaca berawan dengan kemungkinan hujan ringan," ujar Hendra Mahesa, Kepala BMKG Makassar.

Menjelang siang hingga sore, situasi diprediksi mengalami perubahan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan turun hampir di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Cuaca seperti ini bisa menimbulkan dampak di sektor-sektor penting, termasuk transportasi dan kegiatan ekonomi lokal.

Pada malam hari, cuaca diperkirakan berawan dengan kemungkinan hujan ringan di beberapa daerah, termasuk Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Sementara pada dini hari, kondisi akan tetap berawan namun tanpa potensi hujan yang berarti. Hal ini menunjukkan dinamika perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu, sehingga masyarakat diharapkan tetap siaga.

Suhu udara di Sulawesi Selatan hari ini akan berkisar antara 21 hingga 35 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 64 hingga 100 persen. Kondisi ini menandakan variasi termal yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan aktivitas harian masyarakat.

Angin diperkirakan bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 10 hingga 41 km/jam. Kecepatan angin ini dapat mempengaruhi aktivitas baik di darat maupun di laut, seperti pelayaran dan aktivitas ekonomi lainnya yang bergantung pada kondisi cuaca.

Selain dari itu, BMKG juga memberikan peringatan dini terkait kondisi perairan. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Selat Makassar bagian selatan, Perairan Spermonde Makassar bagian barat, serta Laut Flores bagian utara dan barat. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko bagi aktivitas pelayaran dan perikanan di wilayah tersebut.

Masyarakat yang beraktivitas di perairan, termasuk nelayan dan pelaut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan secara aktif memonitor informasi cuaca terbaru dari BMKG. "Penting bagi masyarakat, terutama yang beraktivitas di daerah perairan, untuk terus memantau perkembangan cuaca dan selalu mengakses informasi resmi dari kami, guna menghindari risiko yang dapat dihindari," tambah Hendra.

Memahami urgensi dan risiko yang dapat muncul, BMKG menyerukan agar publik tidak hanya mengandalkan informasi cuaca dari media sosial ataupun sumber tidak resmi lainnya. Mengingat betapa cepatnya situasi cuaca dapat berubah, mendapatkan informasi dari sumber yang kredibel dan terpercaya menjadi penting demi menghindari bahaya potensial.

Mengikuti kondisi cuaca adalah salah satu kunci utama demi keselamatan bersama, terutama di kawasan yang rentan terhadap perubahan iklim cepat seperti Sulawesi Selatan. Kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi perubahan cuaca ini tidak hanya melibatkan persiapan fisik dan logistik, tetapi juga kesiapan mental dalam menghadapi kemungkinan terburuk.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah lokal dan instansi terkait juga diminta untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Meningkatkan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya mengantisipasi kondisi cuaca yang berubah dengan cepat juga menjadi bagian penting dalam upaya ini.

"Bekerja sama dengan instansi lain tetap menjadi salah satu cara terbaik kami untuk memastikan informasi cepat dan tepat dapat tersampaikan pada masyarakat luas, khususnya mereka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca," tutup Hendra dalam keterangannya.

Dengan informasi ini, masyarakat di Sulawesi Selatan diharapkan lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan cuaca yang diprediksi oleh BMKG Makassar. Keberadaan institusi ini tidak dapat dipandang sebelah mata sebagai lini depan informasi yang eksak dan penting dalam memandu keputusan berbasis cuaca di tingkat masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.

Terkini