JAKARTA — Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif. Hj. Lale Syifaun Nufus atau yang akrab dikenal sebagai Ummi Syifa, seorang anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pulau Lombok, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi tersebut. Gedung-gedung sekolah yang rusak parah oleh waktu dan bencana alam menjadi pusat perhatian Ummi Syifa. Dalam wawancara eksklusif dengan Suara NTB, Selasa, 11 Februari 2025, ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah.
Pentingnya Fasilitas Pendidikan yang Layak
"Dalam konteks pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara, keberadaan fasilitas yang layak menjadi faktor penentu kualitas pembelajaran," ujar Ummi Syifa. Ia menilai, Lotim yang memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, seharusnya menjadi prioritas bagi perhatian pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kondisi Lapangan dan Kenyataan yang Dihadapi
Mengacu langsung pada kondisi di lapangan, Ummi Syifa mengungkapkan, "Ruang kelas yang tidak layak, keterbatasan laboratorium, dan minimnya akses terhadap teknologi pendidikan adalah permasalahan yang sering kami temukan." Penilaian ini bukanlah tanpa dasar. Banyak sekolah di Lotim mengalami kekurangan sarana dan prasarana yang memadai.
Anggaran Pendidikan yang Mendesak untuk Ditingkatkan
Salah satu solusi yang ditawarkan oleh Ummi Syifa adalah peningkatan anggaran pendidikan. Ia menekankan perlunya alokasi anggaran yang lebih proporsional dari pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, fokus harus diberikan untuk memperbaiki infrastruktur sekolah, terutama di daerah terpencil seperti Lotim. "Anggaran pendidikan untuk Kabupaten Lotim harus ditingkatkan sehingga perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara menyeluruh," tegasnya.
Kolaborasi dengan Sektor Swasta melalui Program CSR
Selain mengandalkan pemerintah, Ummi Syifa juga menyerukan partisipasi aktif dari sektor swasta. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan-perusahaan dapat berkontribusi dalam pembangunan fasilitas pendidikan. "Peningkatan infrastruktur pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan dari pusat dan sektor swasta. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan anak-anak di Lombok Timur mendapatkan hak pendidikan yang lebih baik demi masa depan yang lebih cerah," tambahnya.
Strategi Khusus untuk Rehabilitasi Infrastruktur Sekolah
Tidak hanya berhenti pada masalah anggaran, Ummi Syifa juga menyoroti pentingnya program dan strategi khusus untuk percepatan pembangunan serta rehabilitasi sekolah rusak. Ia menyarankan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana desa sebagai solusi jangka pendek untuk mendukung program ini. Dengan lebih dari Rp 15 miliar DAK untuk tahun 2025, prioritas harus diberikan untuk sekolah-sekolah yang rusak parah.
Pengakuan Keterbatasan Anggaran Daerah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Izzuddin, sependapat dengan Ummi Syifa terkait tantangan infrastruktur pendidikan. Ia mengakui bahwa banyak sekolah yang rusak akibat termakan usia dan dampak dari gempa tahun 2018. "Keterbatasan anggaran daerah membuat Lotim tak bisa berbuat banyak untuk bisa menuntaskan semua pembangunan sekolah rusak," jelas Izzuddin.
Menurutnya, salah satu kasus yang mendesak adalah ambruknya bangunan SDN 1 Gereneng Kecamatan Sakra Timur. Sekolah ini akan dijadikan prioritas dalam rencana pembangunan infrastruktur sekolah dari dana DAK.
Pentingnya Koordinasi Antar Lini Pemerintah
Ummi Syifa menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Pendidikan, pemerintah provinsi, dan kabupaten. Hal ini untuk memastikan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan di Lotim dapat masuk agenda prioritas nasional. "Kami akan terus mendorong koordinasi antar lembaga agar perbaikan ini tidak terhambat," ujarnya.
Menatap Masa Depan Pendidikan di Lombok Timur
Sebagai daerah dengan populasi terbesar di Nusa Tenggara Barat, Lotim diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya manusianya melalui peningkatan kualitas pendidikan. Sinergi antara pemerintah dan swasta dianggap sebagai kunci pokok bagi realisasi tersebut. Anggota DPR RI dari Partai Gerindra ini yakin bahwa kombinasi kekuatan berbagai pihak akan membawa perubahan signifikan.
Perubahan substansial terhadap infrastruktur pendidikan di Kabupaten Lombok Timur menjadi misi bersama yang harus diwujudkan. Dengan kolaborasi berbagai elemen, harapannya, pendidikan di Lotim segera bangkit dari keterpurukan, memberikan harapan baru bagi generasi masa depan.